Ramaikan Bursa Komite Eksekutif KOI

Edi Nurinda Ingin Tingkatkan Sinergitas Olahraga di Tanah Air

Sabtu, 5 Oktober 2019

DEKANDIDAT.COM – Demi meningkatkan sinergitas dan soliditas olahraga di Tanah Air, salah satu pejabat Kemenpora, Edi Nurinda Susila ikut meramaikan bursa pemilihan calon Komite Eksekutif di Komite Olimpiade Indonesia (KOI).

Pria bertubuh subur yang kesehariannya memiliki jabatan rangkap sebagai Kepala Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dan Kesehatan Olahraga Nasional (PP-ITKON) dan Asisten Deputi Olahraga Rekreasi di Kemenpora, menyerahkan seluruh kelengkapan calon anggota (KE) KOI pada 3 Oktober lalu.

“Saya ikut meramaikan bursa pemilihan Komite Eksekutif KOI dalam rangka meningkatkan sinergitas dan soliditas olahraga di Tanah Air. Saya melihat saat ini kondisi keolahragaan nasional kurang bersinergi dan kurang solid. Karenanya jika saya terpilih, saya akan berupaya semaksimal mungkin untuk membuat olahraga di Tanah Air menjadi haromis dan berprestasi maksimal,” ujarnya.

Edi mengaku optimis mampu bersaing dengan calon-calon lainnya. Apalagi sejumlah cabang olahraga telah memberikan sinyal dukungan untuk mengantarnya maju sebagai salah satu calon Komite Eksekutif KOI.

“Setidaknya ada sejumlah cabang olahraga yang siap memberi dukungan, di antaranya yudo, hoki, dayung, gulat, berkuda, biliar, dan panjat tebing.

Seperti diberitakan, Tim penjaringan Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) periode 2019-2023 resmi membuka pendaftaran bakal calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan Komite Eksekutif mulai Jumat, 27 September 2019, hingga 6 Oktober 2019. Pendaftaran harus dilakukan langsung oleh para bakal calon tanpa bisa diwakilkan.

“Pengambilan formulir bisa dilakukan di kantor KOI, FX Sudirman Jakarta. Para bakal calon bersangkutan harus mengambil langsung berkas pendaftarannya dan harus bertemu muka dengan tim penjaringan pada saat pengembalian formulir,” kata Sekretaris Tim Penjaringan yang juga Plt Sekjen KOI, Helen Sarita de Lima, di Jakarta.

Para bakal calon diharuskan mengisi surat pernyataan, menyampaikan pendapatnya, dan langsung diverifikasi. Pernyataan juga akan ditandatangani dengan menggunakan materai.

Tim Penjaringan sendiri terdiri dari satu Ketua, yakni Erick Thohir, satu sekretaris, serta lima anggota. Kelimanya yakni Bassirudin (karate), Arsyad Ahmadin (kriket), Fully Aswar (jetski), Kelik Wirawan (panahan), dan Wijaya M. Noeradi (berkuda).

Menurut Helen, kongres pemilihan akan berlangsung pada 9 Oktober 2019 di Jakarta. Pelaksanaannya dipercepat karena mempertimbangkan lobi IOC (Federasi Olimpiade Dunia) untuk bidding tuan rumah Olimpiade 2032.

“Karena Australia sebagai salah satu calon sudah melakukan pendekatan dengan IOC, jadi kita juga harus bergerak cepat untuk melakukan persiapan,” tutur Helen.

Sesuai dengan aturan organisasi Komite Olimpiade Indonesia, proses pemilihan akan lebih sederhana. Akan ada Ketua Umum, Wakil, dan memilih enam anggota Komite Eksekutif (KE). Dua dari KE yang dipilih berikutnya haruslah olimpian. Wakil olimpian yang dipilih Komisi Atlet adalah yang sudah pernah mengikuti salah satu dari tiga olimpiade terakhir.

kinoy jackson