Gara-Gara Door Prize Mobil, Panitia Gowes Blora Kewalahan

Minggu, 22 September 2019
BLORA – Sebanyak 10.000 peserta menyemarakkan Gowes Nusantara 2019 yang digelar di Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (22/9) pagi. Ini merupakan kedua kalinya Blora dipercaya sebagai penyelenggara Gowes Nusantara yang merupakan salah satu program unggulan Kemenpora. Gara-gara door prize mobil, panitia kewalahan menampung jumlah peserta.
Menurut Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga  (Kabidpora) Kabupaten Blora, Rudy Prijanto, animo warga Blora terhadap perhelatan Gowes Nusantara kali ini disambut antusias.
“Untuk acara gowes kali ini, kami menyiapkan 10.000 tiket. Ternyata sejak kemarin, tiket sudah habis. Sejak kemarin, panitia terpaksa menolak peserta yang ingin menjadi peserta,” ujar Rudy.
“Panitia tidak akan menambah tiket lagi, karena kaosnya kita cetak di Solo. Kalo ada warga yang tetap ikut pagi ini, kami tak melarang. Tapi mereka tak mendapat kaos, snack, dan door prize,” tambahnya.
Dia menambahkan, banyaknya peserta yang berminat mengikuti gowes kali ini dikarenakan panitia menyediakan berbagai macam door prize seperti 1 unit mobil, 3 unit motor matic, 5 unit sepeda, TV, kulkas, kipas angin, dll. Setiap peserta dikenakan biaya Rp30.000.
“Gara-gara door prizenya mobil, panitia jadi kewalahan. Bahkan sampai gowes mau dimulai, masih banyak peserta yang mendaftar. Terutama dari luar kota.”
Sementara itu Bupati Blora, Joko Nugroho berterima kasih kepada Kemenpora yang telah memberi kepercayaan kembali kepada Blora sebagai penyelenggara Gowes Nusantara 2019.
“Ini kedua kalinya Blora menjadi penyelenggara Gowes Nusantara dan kedua-duanya sukses. Sebelumnya di Cepu,” ujar Joko Nugroho.
Dia juga sangat mengapresiasi keikutsertaan penggowes dari berbagai wilayah di sekitar Jawa Tengah dan Jawa Timur yang telah meramaikan gowes kali ini. Para penggowes ada yang datang dari Kediri, Ponorogo, Tuban, Demak, Yogyakarta, Bantul, Semarang, Gresik, dll.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus (OLK) Kemenpora, Aris Soebiyono, salut dengan banyaknya peserta yang ikut ambil bagian.
Bahkan jarak waktu penggowes pertama dengan penggowes terakhirnya, sekitar 30 menit.
“Jumlah peserta gowes di Blora melebihi peserta gowes saat peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2019, di Banjarmasin yang hanya sekitar 6.000 sampai 8.000 peserta,” tandas Aries.
Dia menambahkan, program Gowes Nusantara yang digelar Kemenpora dimaksudkan untuk menyehatkan masyarakat.
“Kalo ngomong soal gowes, saya ingat masa kecil saya yang hobi bersepeda. Saya yang tinggal di Purwodadi, pernah bersepeda ke Demak. Ternyata saat ini, masih banyak masyarakat yang memanfaatkan sepeda untuk menjalankan kegiatan sehari-hari,” imbuhnya.
“Mudah-mudahan, yang awalnya bersepeda untuk kesehatan, nantinya bisa membuat prestasi bagi bangsa dan negara”.
Untuk Gowes di Blora kali ini, peserta dibagi dalam dua kategori, yakni kelas off  road dan on road. Kelas of the road menempuh jarak sekitar 20 km, sementara on the road hanya 16 km.
Rute yang ditempuh para penggowes dimulai dari Depan Kantor Bupati Blora – Jl Pemuda – Jl Ahmad Yani – Jl Rembang – Perempatan Medang – Sitirejo – Nglangitan – Temurejo – Jl Kartini – Finish di alun-alun kota Blora.
kinoy jackson