4th Eastern Asia Youth Chess Championship 2019

Indonesia Raih 7 Emas, 9 Perak, 4 Perunggu

Sabtu, 10 Agustus 2019

DEKANDIDAT.COM – Tim Indonesia yang disponsori oleh PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk sukses meraih
7 Emas, 9 Perak, dan 4 Perunggu, di ajang 4th Eastern Asia Youth Chess Championship 2019 yang berlangsung di Bangkok, Thailand. Demikian dilaporkan Merry Damayanti, Vice Head of Delegation Tim Indonesia setelah babak ke-9 untuk pertandingan nomor klasik berakhir.

“Hasil pertandingan babak ke sembilan sangat memuaskan, Tim Indonesia berhasil mengumpulkan 2 emas, 3 Perak, dan 1 Perunggu,” ujar Merry yang juga merupakan Tim Departemen Social Investment Japfa.

“Perolehan tersebut menambah jumlah medali yang diperoleh tim Indonesia menjadi 7 emas, 9 perak, dan 4 perunggu untuk keseluruhan nomor klasik, cepat, dan catur kilat,” imbuhnya.

Beberapa pecatur Indonesia juga meraih gelar. Gilbert Elroy Tarigan yang bertanding di U-18 berhasil mendapatkan Gelar IM, sementara Nayaka Budhidharma mendapatkan gelar FM setelah menduduki posisi puncak klasemen U-14.

“Selain keduanya, para pecatur lebih muda juga mendapatkan gelar CM (Candidate Master dan WCM (Woman Candidate Master). Untuk gelar CM diraih Arjuna Satria Pamungkas (U-10) dan As Syahsyah Syakish Thirof (U-8). Sedangkan untuk WCM diperoleh Armenia Zendy Purwanto (G-10) dan Cecilia Natalie Liuviann (G-14),” tukas Merry.

Didukung Daya Tarung

Menurut pelatih tim Indonesia, Taufik Halay, keberhasilan Tim Indonesia tersebut didukung oleh daya tarung yang luar biasa. Meskipun berada di posisi yang sudah menguntungkan tetap memberikan kemampuan yang sepenuhnya. Hal tersebut diungkapkan oleh Taufik Halay, Pelatih Tim pecatur Indonesia.

“Gilbert pada babak terakhir sebenarnya cukup remis saja untuk mendapatkan gelar IM. Bahkan untuk tetap menduduki puncak klasemen dengan posisi kalahpun tetap memiliki point cukup. Namun Gilbert tetap memilih berjuang untuk mendapatkan gelar IM melalui kemenangan di babak akhir,” ungkap Taufik.

Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pecatur Indonesia tetap memberikan hasil yang terbaik meskipun bisa meraih kemenangan. Semangat bertarung tersebut menjadi hal terpenting untuk membangun mentalitas atlit Indonesia.

“Keberhasilan Tim Indonesia kali ini sangatlah memuaskan, karena lawan tanding yang cukup mumpuni muncul di ajang kali ini. Pertandingan ini diikuti oleh 13 negara dengan total 239 peserta. Masing-masing peserta merupakan juara nasional di negara masing-masing” ujar Taufik Halay.

“Kesempatan ini ternyata tidak disia-siakan oleh pecatur Indonesia. Tim indonesia bisa menjajal lawan tanding terkuat dari Mongolia, Filipina, dan Singapura untuk berebut posisi puncak klasemen. Terima kasih untuk Japfa yang telah memberikan kesempatan kepada para pecatur junior untuk mendapatkan lawan tanding kuat dan mendapatkan gelar demi masa depan olahraga catur Indonesia,” tutupnya.

kinoy jackson