4th Eastern Asia Youth Chess Championship 2019

Pecatur Indonesia Pimpin Sementara Catur Klasik

Jumat, 9 Agustus 2019

DEKANDIDAT.COM – Tim Catur Indonesia yang disponsori PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk untuk sementara sukses memimpin klasemen untuk nomor U-10, U-14 dan U-18 di ajang 4th Eastern Asia Youth Chess Championship 2019 yang berlangsung di Bangkok, Thailand.

“Hingga babak ke-8 catur klasik, Tim Indonesia berhasil memimpin klasemen sementara untuk U-10, u-14, dan U-18,” Ujar Merry Damayanti, Vice Head of Delegation Tim Catur Indonesia di Bangkok Kamis (8/8).

“Arjuna Satria Pamungkas menduduki klasemen sementara untuk nomor U-10, SEdangkan Nayaka Budhidarma menjadi pimpinan klasemen untuk nomor U-14, dan terakhir Gilbert Elroy Tarigan berhasil menduduki posisi sementara puncak klasemen untuk U-18,” tambahnya.

Merry juga menjelaskan selain mampu menguasai klasemen sementara, terdapat beberapa catur lainnya yang berada di lima besar klasemen. Handaru Juan Izz berada di posisi kelima untuk nomor U-12, FM Daniel Lumban Tobing di posisi keempat untuk nomor U-16.

“Sedangkan untuk pecatur wanita, Cecilia Natalie berada di posisi kedua untuk U-14, WFM Christine Elisabeth berada di posisi ketiga untuk G-18, Armenia Zendy berada di posisi ketiga untuk G-12. Posisi tersebut cukup menguntungkan bagi Indonesia, harapannya medali emas ataupun perak dapat bisa didapatkan pecatur muda kita,” tambahnya yang juga bagian dari Tim Social Investment Department JAPFA.

Penampilan pecatur muda Indonesia di Bangkok dipastikan bertambah semangat menyusul hadirnya Dewan Pembina PB Percasi, Ir Eka Putra Wirya beserta Kabid Binpres PB Percasi, Kristianus Liem.

“Dari hasil yang dicapai didua nomor bltiz dan rapid dengan menghasilkan 5 medali emas merupakan hasil yang membanggakan. Memainkan babak akhir diharapkan pecatur kita bisa tampil fokus, sehingga bisa menambah medali dan bisa mencapai target,” kata Eka Putra Wirya.

Partai Keras

Pertandingan perebutan puncak klasemen dipastikan akan berlangsung keras. Tim Indonesia akan berhadapan dengan pecatur unggulan dari 11 negara yang ikut serta dalam kompetisi yang berlangsung di Bangkok hingga jumat, 9 Agustus 2019.

“Tim Indonesia meskipun cukup dipertimbangkan oleh tim lawan. Tetapi kita tidak boleh lengah karena jarak point antara pemimpin klasemen dengan runner-up nya tidak selisih jauh,” ujar Taufik Halay, Pelatih Tim Indonesia.

“Butuh satu kemenangan terakhir agar Tim Indonesia dapat mengamankan posisinya,” imbuhnya.

Tantangan terbesar bagi Tim Indonesia datang dari pecatur muda dari negara tetangga Filipina, Mongolia, dan China. Pecatur muda dari Mongolia bersaing dengan Indonesia sebagai penguasa klasemen untuk G-08, danU-18. Selanjutnya pecatur dari Filipina juga menunjukkan taringnya dengan menguasai klasemen untuk nomor U-12, U-16, dan G-10.

“Pertandingan kali ini benar-benar menjadi kawah candradimuka bagi pecatur Indonesia. Pertandingan kali ini bisa menjadi proyeksi peta atlet catur kita di lima sampai satu dekade ke depan. Kita berharap pertandingan di babak akhir dapat semakin memgukuhkan posisi Tim Indonesia di puncak klasemen,” tukas Taufik.

kinoy jackson