4th Eastern Asia Youth Chess Championship 2019

Ronde 1, Tim Indonesia Catat 9 Kemenangan dan 2 Remis

Sabtu, 3 Agustus 2019

DEKANDIDAT.COM – Tim Indonesia yang berkekuatan 11 pecatur berbakat, mencatat sembilan kemenangan dan dua hasil imbang di ronde pertama 4th Eastern Asia Youth Chess Championship 2019, Jumat (2/8), di Bangkok, Thailand.

“Tim Indonesia mengawali ronde pertama dengan mencatat 9 kemenangan dan 2 remis,” ujar Head of Delegations Tim Indonesia, Agus Mulyono.

Social Investment Manager PT Japfa Comfeed Indonesia ini menjelaskan, Gilbert Elroy Tarigan dan WFM Nur Aini Rasyid terpaksa harus bertahan seri pada babak pertama.

Pertandingan babak pertama, menurut Agus, mampu menumbuhkan optimisme tim catur Indonesia. Pasalnya kemampuan pecatur Indonesia cukup diperhitungkan. Meski demikian lawan yang nanti akan dihadapi Indonesia tidak bisa dianggap remeh.

“Pecatur dari Cina, Hongkong, dan Taiwan juga harus diperhitungkan kemampuannya. Karena banyak bakat baru yang muncul,” lanjutnya.

“Harapannya optimisme tersebut akan mampu menjadi bahan bakar semangat tim catur Indonesia. Terutama pada hari ketiga tidak hanya tanding catur klasik tetapi juga ada kompetisi Blitz Chess yang juga akan diikuti oleh seluruh delegasi dari Indonesia.”

Syahsyah Tampil Mengejutkan

Salah satu peserta termuda dari Indonesia, Syahsyah Syakish Thirof (8) secara mengejutkan berhasil menaklukkan pecatur Singapura, Haresh Venkata Narayanaswamy. Pertandingan babak pertama keduanya menunjukkan kemampuan As Syahsyah untuk melakukan ancaman yang strategis di jantung pertahanan lawan.

“As syahsyah mampu membuat langkah-langkah strategis yang mengancam lawan dan mampu membuat jebakan sehingga lawan terpaksa mengambil langkah blunder,” ujar IM Taufik Halay, Pelatih Tim Indonesia.

“As syahsyah yang bermain di putih, pada langkah-9 memakan pion hitam di posisi f7. Posisi tersebut membuat mentri lawan di bawah ancaman kuda,” imbuh taufik.

Langkah yang dibuat As Syahsyah tersebut membuat lawan harus memakan kuda di posisi f7 dengan benteng. Tak gentar dengan gertakan lawan, pecatur muda dari kediri ini kemudian menjawab dengan memajukan gajah untuk memakan benteng di posisi f7. Akhirnya lawan dipaksa untuk memaksa memakan gajah putih dengan menggunakan raja.

“Kemudian langkah dilanjutkan dengan pion putih makan gajah hitam (fXe3). Posisi tersebut, sudah membuat As Syahsyah unggul kualitas,” ujar Taufik. “Kemampuan As Syahsyah untuk membuat ancaman betubi-tubi pada akhirnya membuahkan hasil dengan skak mati raja hitam di posisi g7 menggunakan mentri di f6 pada langkah 24,” imbuhnya.

Menurut Taufik, pertandingan di bangkok kali ini menjadi momentum untuk menguji kemampuan pecatur muda Indonesia. Keberhasilan tim pada babak awal ini menujukkan para pecatur Indonesia memiliki potensi untuk menjadi pecatur yang diperhitungkan di Asia.

“Pertandingan kali ini merupakan investasi yang luar biasa untuk memberikan kesempatan kepada pecatur muda Indonesia,” ujar Taufik.

“Dukungan JAPFA kali ini merupakan sebuah investasi untuk dunia catur Indonesia di masa datang. Harapannya di tangan anak-anak muda inilah Indonesia mampu berada di puncak klasemen catur dunia,” tutupnya.

kinoy jackson