Percasi – Japfa Kirimkan 11 Pecatur Cilik Berbakat ke Bangkok

Selasa, 30 Juli 2019

DEKANDIDAT.COM – PB Percasi mengirim 11 pecatur cilik berbakatnya ke ajang 4th Eastern Asia Youth Chess Championship 2019 yang akan berlangsung 1-10 Agustus mendatang di Bangkok, Thailand.

Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto tak menargetkan para pecatur ciliknya untuk merebut medali emas. Percasi hanya berharap para pecatur bisa meningkatkan kualitasnya.

“Yang penting dengan memberangkatkan mereka ke kejuaraan di luar negeri, Percasi berharap bisa meningkatkan kualitas pecatur kita. Syukur-syukur mereka bisa pulang membawa medali,” ujar Utut Adianto, Selasa (30/7) siang, di Hotel Century Park, Senayan, Jakarta.

Dia menjelaskan, untuk menciptakan seorang pecatur handal dibutuhkan dana yang sangat besar. Dia mencontohkan Taufik Halay. Pecatur putra Indonesia ini, sudah lebih dari 50 kali bertanding di luar negeri.

“Kini giliran para pecatur cilik yang akan menjalaninya. Siklus olahraga tidak boleh putus. Mereka harus belajar terus dengan menjalani pertandingan di luar negeri. Percasi sangat berterima kasih sekali kepada PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang terus membantu kita,” tambahnya lagi.

Para pecatur cilik Indonesia yang akan diberangkatkan ke Bangkok, umurnya berkisar antara 7-15 tahun. Mereka adalah Daniel Hermawan Tobing, Nur Aini Rasyid, nayaka Budhi Darma, Cacilia Natalie Luvian, Handaru Juan, Armenia Zendy Purwanto, Arjuna Satria Pamungkas, Aura Cahyati Alfian, Syassyah Syakish Thorof, dan Hanizah Indriani. Selama di Bangkok mereka akan dipimpin oleh MI Lisa Lumongdong.

Sementara itu di 3rd Eastern Asia Youth Chees Championship 2018 di Shanghai, China, 2018, Indonesia meraih 7 medali emas dengan rincian, 2 medali emas dari Daniel Tobing (Standard dan rapid KU1 boy), 2 medali emas dari Samantha Edithso (rapid dan blitz G12), 1 emas Christine Elizabeth (standard G16) , 1 emas Dita Karenza (standard G18) , dan 1 emas Daru Oktabuana (1 blit B16)

Pada kesempatan itu juga Agus Mulyono dari Japfa menyatakan selalu siap membantu PB Percasi dalam upaya meningkatkan kualitas pecatur Indonesia.

“Setelah Pak Utut dan Susanto Megaranto, kita belum mempunya pecatur bergelar Grand Master (GM). Kami berharap dengan memberangkatkan para pecatur untuk bertarung di ajang internasional, nantinya akan lahir grand master baru sebagai penerus Pak Utut Adianto,” tukas Agus Mulyono.

“Komitmen kami untuk mendorong atlet muda melenggang di turnamen internasional merupakan sebuah investasi kepada generasi penerus untuk melanjutkan langkah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional melalui olahraga catur,” lanjutnya.

kinoy jackson