Pendukung Muddai Madang Tak Terima Jagoannya Dijegal

Senin, 1 Juli 2019

DEKANDIDAT.COM – Kubu Muddai Madang (MM) tak terima kandidatnya dinyatakan tak lolos penjaringan bakal calon ketua umum KONI Pusat. Para pendukungnya akan berjuang keras agar jagoannya diloloskan untuk bersaing lawan calon lainnya, Letjen (purn) Marciano Norman pada Musornas yang akan digelar 2 Juli, di Hotel Sultan, Jakarta.

Sebelumnya, Muddai Madang dinyatakan tak diloloskan tim penjaringan dan penyaringan (TPP) karena syarat administrasinya kurang. Muddai hanya mengumpulkan sembilan dukungan KONI Provinsi, padahal syarat minimal 10 dukungan. Sementara dukungan minimal untuk maju sebagai kandidat adalah sebanyak 21 cabang olahraga (cabor) berhasil dipenuhi.

Muddai mempertanyakan klasifikasi dukungan antara KONI provinsi dan cabor. Menurutnya, baik KONI daerah maupun cabor sama-sama anggota KONI Pusat dan memiliki suara pada Musornaslub.

“Dasarnya apa membedakan dukungan cabor dan KONI daerah? Kalau dikatakan harus didukung 30 persen anggota, boleh lah. Mau KONI-nya lima sedangkan cabornya 25, atau cabor lima, KONI-nya 25, tidak apa-apa. Yang benar, persyaratan harus disertai cabor dan KONI, bukan dibatasi,” tanya Muddai Madang, Senin (2/7) sore, di Jakarta.

Ketua KONI Sumatera Barat (Sumbar), Syaiful Yahum yang berada di kubu MM menuding ada kejanggalan yang dilakukan TPP selama bertugas. Dia menilai TPP tak pernah memberikan hasil verifikasi dan validasi kepada Muddai Madang yang dinyatakan tidak lolos administrasi.

“Tapi kenapa surat tidak lolos itu datang dari ketua umum KONI Pusat? Harusnya TPP yang menyurati, lalu nanti diserahkan pada Musornas,” jelas Syaiful.

Kendati jagoannya dinyatakan tidak memenuhi syarat pencalonan, pihaknya tidak gentar. Bersama 40 cabor dan KONI provinsi lainnya, dia bakal berjuang di Musornas agar Muddai diloloskan.

“Kami besok maju dan hadir di forum Musornas. Kami sudah siap dengan apapun caranya agar dukungan Muddai disetujui floor. Karena keabsahan calon disahkan di dalam forum, bukan di luar Munas,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Sambo Seluruh Indonesia (PP Persambi), Krisna Bayu menjelaskan, pihaknya akan hadir pada Musornas dengan tujuan untuk membenarkan yang salah, termasuk yang dilakukan TPP.

Pihaknya juga akan mempertanyakan independensi TPP mengingat selama ini ada anggotanya yang ikut kampanye oleh calon tertentu.

“Artinya dia sudah tidak netral. Kami tetap maju untuk menang,” tegas Krisna Bayu.

kinoy jackson