GM Susanto Megaranto Kembali Bermain Remis

Minggu, 16 Juni 2019

DEKANDIDAT.COM – Pecatur putra nomor satu Indonesia GM Susanto Megaranto secara mengejutkan dipaksa bermain remis juniornya, MF Azarya Jodi Setyaki di babak kelima Turnamen Catur Internasional GM–GMW JAPFA 2019 di Hotel Grand Ina Mailoboro Yogyakarta, Minggu (16/6) petang.

Susanto yang memiliki elo rating 2548, dipaksa bermain remis di langkah ke-21. Pada laga ini, Jodi Setyaki yang mengendalikan buah putih, memulai permainan dengan pembukaan Vienna.

Hasil remis ini merupakan yang keempat kalinya bagi Susanto, sebelumnya di babak kedua dia bermain imbang saat menghadapi MI Novendra Priasmoro. Di babak ketiga dia juga dipaksa imbang oleh GMW Medina Warda . Terakhir di babak keempat, Susanto kembali dipaksa imbang oleh pecatur Indonesia lainnya, MI Yoseph T Taher.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PB Percasi, Kristianus Liem menyatakan, secara strategis dia tidak mengetahui apa yang diinginkan Susanto, sehingga hanya meraih hasil remis. Apalagi lawan yang dihadapi adalah rekan senegaranya di empat babak akhir.

“Ini memang karakter lama. Dia kadang-kadang cepat puas hanya meraih hasil remis di turnamen invitasi. Ini sangat mengecewakan. Harusnya dia mampu meraih point banyak untuk persaingan meraih gelar juara,” ujarnya.

Dengan hasil remis itu, Susanto Megaranto baru mengumpulkan 3 angka kemenangan, Jodi Setyaki (1). GM Rustam Khusnutdinov dari Kazakhstan untuk sementara memimpin klasemen dengan 3,5 angka kemenangan.

Pada pertandingan lainnya, GMW Medina Warda Aulia gagal meraih point usai ditundukkan MI Joseph T Taher, sedangkan pecatur India MI Das Argyadip bermain remis dengan rekan senegaranya MI Ravi Teja S.

Chelsie Paksa Remis Keiti

Di kelompok Grand Master Wanita, WIM Chelsie Monica Sihite (2212) hanya mampu bermain remis saat menghadapi juara bertahan WGM Tsatsalashvili Keti (2356). Chelsie yang bermain dengan buah hitam menerima tawaran remis pada langkah ke-30 dari pecatur asal Georgia.

“Sebenarnya sebelum langkah ke-30, posisi udah gak mungkin untuk menyerang. Dia harus menjaga kotak g5 dari ancaman saya, sementara saya harus mengawasi kotak d4 agar dia tidak bisa menyerang,” kata Chelsie.

Kalau melihat dari permainan tadi, hasil remis adalah cukup baik baginya meskipun ia sebelumnya berharap menang guna mengumpulkan poin untuk mengejar syarat Norma WGM pada turnamen yang diselenggarakan atas kerjasama PT Japfa Comfeed Indonesia dengan PB Percasi ini.

“Di opening sebenarnya saya sempat sedikit bikin salah, sehingga pas masuk permainan tengah dia sedikit lebih unggul. Tapi saya bisa menetralisir agar gajah dia tidak aktif dengan resiko kedua gajah saya pun tidak aktif,” kata dara kelahiran 1997 ini.

Dengan raihan setengah poin tersebut, Chelsie kini mengumpulkan poin 3 dan harus memburu 5 poin lagi dari enam babak tersisa untuk bisa meraih Norma WGM agar memenuhi minimal 8 poin sebagaimana yang disyaratkan oleh aturan FIDE.

“Masih ada peluang, karena lawan terberat MI Sophie Milliet dan Keti sudah dihadapi. Mudah-mudahan saya bisa,” kata Chelsie.

Sementara itu, Keti mengaku cukup puas dengan hasil remis tersebut meskipun seharusnya ia bisa menang. Hasil seri ini merupakan yang kedua bagi Keti setelah pada babak keempat ditahan remis pecatur muda Indonesia WFM Fisabilillah Ummi.

“Melihat penampilan para pecatur dalam dan luar negeri bertarung hingga babak lima sangat menarik karena terlihat persaingan diantaranya mereka sangatlah kental,” ungkap R. Artsanti Alf selaku Head of Social Investment and Corporate Comunnication PT JAPFA Comfeed Indonesia.

Turnament ini dihadirkan PB percasi dengan dukungan dari JAPFA sebagai upaya untuk mencari grand master baru di Indonesia. Upaya untuk mencari Grand Master telah dilakukan oleh JAPFA salah satunya dengan membentuk JAPFA Chess Club di bawah departement Social investment JAPFA.

Selain itu event tahunan ini merupakan rangkaian komitmen JAPFA untuk mencari bibit baru pecatur Indonesia sehingga menjadi sebuah perjalanan panjang dan berliku untuk PB Percasi dan Catur Indonesia.

kinoy jackson