Ganti Ketua Umum, 3 Parpol Berbeda Peruntungan

Kamis, 18 April 2019

DEKANDIDAT.COM – Tiga parpol peserta Pileg 2019 berbeda peruntungan setelah melakukan pergantian sosok ketua umum. PPP dan Golkar mampu lolos melewati ambang batas parlemen sebesar 4 persen setelah dipimpin ketua umum baru, Suharso Monoarfa dan Airlangga Hartarto. Sementara Osman Sapta gagal meloloskan Hanura ke Senayan.

“Banyak yang memperkirakan PPP akan kesulitan lolos ke Senayan setelah Ketua Umumnya, Rhomahurmuziy (Romi) ditangkap KPK. Ternyata peristiwa tersebut sama sekali tak berpengaruh terhadap elektabilitas PPP,” kata peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar.

Beberapa waktu setelah Romi dicokok KPK karena kasus jual beli jabatan di Kemenag, elektabilitas PPP langsung anjlok di bawah 4 persen. Namun secara perlahan di bawah kepemimpinan Suharso Monoarfa sebagai Plt Ketua Umum, PPP mulai bangkit.

Bahkan berdasarkan hitung cepat yang dilakukan LSI, PPP dipastikan lolos ke Senayan karena elektabilitasnya berada di 4,34 persen.

“PPP adalah partai lama. Mereka sudah memiliki akar yang kuat. Kini di bawah kepemimpinan Suharso Monoarfa, publik sepertinya kembali percaya pada PPP,” tambahnya.

Kondisi nyaris serupa juga dialami Golkar. Ketika Ketua Umumnya, Setya Novanto ditangkap KPK, elektabilitas partai beringin mencapai titik nadir, sekitar 7-8 persen. Namun setelah dipimpin nahkoda baru, Airlangga Hartarto, elektabilitas Golkar mencapai 11,21 persen.

“Kalau sampai perhitungan terakhir elektabilitas Golkar tak mengamali perubahan, berarti ini untuk pertama kalinya Golkar berada di luar posisi pertama dan kedua. Namun kepemimpinan Airlangga mampu mengangkat kepercayaan partainya.”

Osman Sapta Gagal

Sedangkan sosok Osman Sapta yang sengaja dipilih oleh Wiranto untuk memimpin Hanura, ternyata tak bisa berbuat banyak. Sejak dipimpin Osman Sapta, elektabilitas Hanura hanya berada di kisaran 2 persen.

Berdasarkan quick count LSI, Hanura menjadi salah satu partai yang terlempar dari Senayan karena hanya memiliki elektablitas sebesar 1,85 persen. Partai lain yang terlempar dari Senayan adalah Perindo (3,18 persen), PSI (2,35 persen), Berkarya (2,41 persen), Garuda (0,98 persen), PBB (0,90 persen), dan PKPI (0,38 persen).

kinoy jackson