LSI: Biarkan Publik Yang Menilai Pemenang Pilpres

Rabu, 17 April 2019

DEKANDIDAT.COM – Pendiri LSI, Denny JA, sangat yakin polemik soal hasil quick count Pilpres 2019 hanya akan berlangsung beberapa hari saja. Seperti diberitakan, ketika sejumlah lembaga survei menyatakan pasangan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang Pilpres melalui proses hitung ceoat, Prabowo juga mengatakan kalau mereka lah pemenangnya.

“Saya sangat yakin riuh-rendah soal hasil hitung cepat Pilpres, hanya akan berlangsung sekitar hari di media sosial. Selebihnya, publik yang akan menilai siapa yang sesungguhnya menjadi pemenang,” tegas Denny JA.

Siang tadi, ketika waktu menunjukkan pukul 15.01, LSI Denny JA memberikan ucapan selamat kepada pasangan Jokowi-Ma’ruf sebagai pemenang Pilpres melalui exit poll

“Satu detik setelah pukul 15.00 WIB, LSI secara resmi mengucapkan selamat datang kepada presiden dan wapres terpilih versi exit poll Denny JA yaitu Jokowi-Ma’ruf Amin,” kata Denny JA, selaku pendiri LSI, Rabu (17/4) siang, di kantor LSI Denny JA, Jakarta Timur.

Berdasarkan hasil exit poll LSI Denny JA, Jokowi-Ma’ruf meraih suara sebesar 56,4%, mengungguli Prabowo-Sandi yang mendapat 43,6 persen.

Hasil hitung cepat yang memenangkan Jokowi-Ma’ruf juga diumumkan oleh sejumlah lembaga survei lain seperti Indo Barometer, SMRC, CSIS, Charta Politica, dan Poltracking.

Namun, kubu Prabowo-Sandi tak tinggal diam. Prabowo sebagai capres mengaku sebagai pemenang proses hitung cepat dan exit poll.

Di depan rumah Kertanegara, Prabowo Subianto menyampaikan orasi di depan pendukungnya. Prabowo menegaskan hasil hitung cepat di 5.000 TPS menunjukkan Prabowo-Sandi unggul dengan hasil suara sebanyak 55,6%.

“Hasil hitung cepat di 5.000 TPS menunjukkan kita menang, 55,6 %, mohon kita mengawal kemenangan kita di semua TPS,” kata Prabowo.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa beberapa lembaga survei menggiring opini seolah pihaknya kalah. Prabowo juga mengimbau para pendukungnya untuk tetap tenang dan tidak terpancing.

200 Quick Count

Menanggapi klaim Prabowo, Denny JA menjelaskan, lembaga surveinya telah melakukan quick count lebih dari 200 kali dan tak pernah sekali pun salah.

“Kalau survei, mungkin kita pernah melenceng. Tapi untuk quick count, kita sudah melakukan lebih dari 200 kali sejak 2004 dan kita tak pernah salah,” tegasnya.

kinoy jackson