LSI: Kami Sudah Kebal Dituding Lakukan Propaganda

Jumat, 12 April 2019

DEKANDIDAT.COM – Setiap kali merilis hasil survei terkait prediksi Pilpres 2019, LSI Denny JA kerap diserang oleh kubu Prabowo-Sandi. LSI dituding melakukan propaganda untuk memenangkan pasangan Jokowi-Ma’ruf. Menanggapi tudingan ini, LSI mengaku sudah kebal.

“Kita sangat sering dituding setelah merilis hasil survei. Kita dikatakan melakukan propaganda untuk memenangkan pasangan tertentu. Kita sudah kebal menghadapi tudingan seperti itu,” jelas peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, Jumat (12/4) siang, di Rawamangun, Jakarta Timur.

Dia menjabarkan, hasil survei LSI adalah temuan yang didapatkan di masyarakat, bukan merupakan propaganda untuk memenangkan pasangan capres-cawapres tertentu.

“Reputasi kami membuktikan bahwa apa yang kami lakukan selama 15 tahun, adalah apa yang kami temukan di masyarakat. Contohnya, hasil Pemilu 2009 dan 2014 yang kami sampaikan, tak berbeda jauh dengan KPU,” tambahnya.

Sebelumnya Capres Nomor Urut 02, Prabowo Subianto merespons sinis hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Survei yang dilakukan periode 10-19 Oktober 2018 dengan tajuk “Hoax dan Efek Elektoral Ratna Sarumpaet”, dirilis Selasa (23/10) itu berkesimpulan elektabilitas Prabowo-Sandiaga merosot.

“Survei itu gimana siapa yang bayar. Denny JA itu apa? Tuhan? Bukan, kan? Di bidang polling, santai-santai saja. Nanti saya juga bisa bikin survei,” kata Prabowo.

Ketika itu, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf berada di angka 57,7 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga sebanyak 28,6 persen. Kemudian pemilih yang belum memutuskan sebesar 13,7 persen.

Sementara itu di survei terkininya bertajuk ‘Siapa Presiden RI, 2019 – 2024’ yang dirilis Jumat (12/4) siang, LSI menyebutkan hanya kejadian luar biasa yang bisa mengalahkan Jokowi-Ma’ruf di Pilpres kali ini.

Berdasarkan survei terakhir terkait soal Pilpres 2019, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf berada di rentang 55.9 persen – 65.8 persen. Unggul jauh dari Prabowo – Sandi yang hanya mendapat elektabilitas 34,2 persen – 44,1 persen.

Survei dilakukan pada tanggal 4 – 9 April 2019, dengan menggunakan 2000 responden. Survei dilakukan di 34 Propinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2.2%. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

kinoy jackson