LSI: Turunkan Banyak Artis, PAN Masih Kedodoran

Jumat, 5 April 2019

DEKANDIDAT.COM – Meskipun banyak mengandalkan artis, PAN masih kedodoran dan harus berjuang mati-matian untuk bisa lolos Parliamentary Threshold (PT) sebesar 4 persen. Saat ini partai besutan Amien Rais masih berkutat di zona abu-abu, zona tidak aman bagi parpol peserta Pemilu 2019.

“PAN memang banyak mengandalkan artis sebagai caleg pada Pemilu 2019. Kendati demikian, meskipun popularitas para artis sangat tinggi dibandingkan caleg lainnya, belum tentu artis bersangkutan bisa memberi dampak positif bagi PAN. Buktinya sekarang, PAN berada di zona abu-abu, belum pasti lolos PT (4 persen),” ujar peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, Jumat (5/4) siang, di Rawamangun, Jakarta Timur.

Pada Pilpres kali ini ada sembilan artis yang menjadi caleg PAN di Pemilu 2019, mereka antara lain, Eko Patrio di Dapil DKI 1, Desi Ratnasari dan Primus Yustisio di Dapil Jabar, Denada di Jawa Timur, Emilia Contessa dan Dedi Miing Gumelar.

Dia menjabarkan, seorang caleg artis untuk bisa lolos menjadi anggota DPR, harus mememuhi ketiga unsur ini, yakni dikenal, disukai, dan dipilih.

“Biarpun dia artis terkenal, namun dia tak disuaki publik, maka peluangnya untuk terpilih menjadi anggota DPR sangat tipis,” jelas Rully.

Diakuinya, dulu PAN memang disebut sebagai ‘Partai Artis’, karena begitu banyak artis yang menjadi caleg partai berlambang matahari ini. Tapi sekarang, hampir seluruh partai politik melibatkan artis sebagai calegnya.

Saat ini gelar Partai Artis pindah ke Partai NasDem. Pada Pemilu kali ini, Nasdem menurunkan 37 caleg artisnya, yakni Krisna Mukti (Jawa Barat X), Thessalonica Indria R. A. A. K. “Thessa Kaunang” (Jawa Timur IX), Ageng Wahono “Ageng Kiwi” (Jawa Tengah VIII), M. Farhan (Jawa Barat I), Anni S. Bahar (Jawa Tengah IX), Bertrand Antolin (Jawa Tengah V), Jonathan Frizzy (Jawa Tengah X), Lucky Perdana (Jawa Timur III), Kristina Iswandari (Jawa Tengah X), Sahrul Gunawan (Jawa Barat V), Nafa Indria Urbach (Jawa Tengah VI), Lucky Hakim (Jawa Barat VI), Manohara Odelia (Jawa Timur I), Yuli KDI (Jawa Timur III), Selfi Nafilah “KDI” (Jawa Barat X), Della Puspita (Jawa Barat VII), Afdhal (Jawa Tengah IV), Ferlyanto (Jawa Timur IV), Cut Ratu Meyriska (Jawa Tengah I), Ratna Sulistyaningsih (Jawa Timur VIII), Imelda Soraya (Jawa Timur IV), Skolastika Citra kirana Wulan (Jawa Barat I), Diana Sastra (Jawa Barat VIII), Venna Melinda (Jawa Timur VI), Hans Christian Hosman (Jawa Tengah I), Olla Ramlan Tissa (Jawa Barat IV), Ahmad Adly Fayruz (Jawa Tengah I), Elma Theana Yuliantina (Jawa Timur X), Okky Asokawati (DKI Jakarta II), Nurul Qomar (Jawa Barat VIII), Sylvia Fuly Rahaesita (Jawa Tengah IX), Vicky Veranita Yudhasoka “Vicky Shu” (Jawa Tengah VIII), Five Rachmawati (Five V) (Jawa Barat VI), Fairuz Al Fouz (Jabar XI), Helena Andrian “Helena Idol” (Jawa Tengah IV), Livy Andriani Julisman (Jawa Tengah IV), dan Kartika Ayuningtyas (Jawa Tengah I).

Survei dilakukan pada tanggal 18 – 26 Maret 2019, mengangkat tajuk ‘Pengaruh Caleg Menentukan Posisi Partai Politik, melibatkan 1.200 responden. Survei dilakukan di 34 Propinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2.8%. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

 

 

 

kinoy jackson