LSI: Banyak Anggota FPI Akhirnya Dukung Jokowi-Ma’ruf

Selasa, 2 April 2019

DEKANDIDAT.COM – Bukan rahasia lagi kalau mayoritas ormas Islam seperti FPI, PA 212, dan Muhammadiyah menjadi pendukung capres-cawapres nomor urut 2, Prabowo-Sandi. Namun menurut survei terkini LSI Denny JA, pasangan Jokowi-Ma’ruf juga banyak mendapat dukungan dari ketiga ormas tersebut.

Demikian salah satu hasil survei LSI Denny JA bertajuk ‘Jokowi Di Ambang 2 Periode?’ yang dirilis di Graha Dua Rajawali, Jalan Pemuda No 70, Rawamangun, Jakarta Timur, Selasa (2/4) siang.

Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei elektabilitas pasangan calon presiden 2019 berdasarkan kategori ormas Islam, salah satunya Front Pembela Islam (FPI).

Menurut LSI, Jokowi-Ma’ruf ternyata juga mendapat tempat di kalangan pemilih ormas FPI yang base-nya sekitar 0,9 persen dengan rentang dukungan 41,2-47,6 persen.

Jokowi-Maruf diklaim hanya kalah tipis dari Prabowo-Sandiaga di kalangan pemilih FPI yang unggul dengan rentang 52,4-58,8 persen.

“Ada 41 sampai 47 persen. Jadi secara angka memang tidak terlalu jauh dan juga banyak terhadap Jokowi-Ma’ruf. Ini terlihat tapi catatan kita bahwa pertama lebih banyak ke Prabowo Sandi,” ujar peneliti senior LSI Denny JA, Ardian Sopa.

Salah satu tingginya dukungan yang didapat Prabowo disebabkan karena dukungan penuh dari sosok Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab. Lewat titahnya dari Arab, Rizieq meminta ‘anak buahnya’ mendukung pasangan ini melalui ijtima ulama.

“Namun tidak semua satu pandangan dengan sikap pimpinan ormas tersebut. Ada juga anggota FPI yang mendukung Jokowi-Ma’ruf. Selama ini mereka percaya dengan berita hoaks yang mempersepsikan Jokowi-Ma’ruf tidak ramah dengan Islam. Secara perlahan isu tersebut terkikis,” katanya.

“Untuk pemilih PA 212 yang basenya sekitar 0,6 persen, rentang dukungan kepada Prabowo-Sandiaga sekitar 80,1 persen – 86,5 persen. Sedangkan Jokowi-Ma’ruf rentang dukungan 13,5 persen – 19,9 persen,” kata Ardian.

Di pemilih Muhammadiyah, rentang dukungan terhadap Prabowo-Sandiaga sebesar 51,3 persen – 57,7 persen, sementara dukungan terhadap Jokowi-Ma’ruf sebesar 42,3 persen – 48,7 persen.

Sementara itu untuk pemilih NU, Jokowi-Ma’ruf justru unggul. Pasangan petahana ini didukung oleh sekitar 62,4 persen – 68,8 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga sebanyak 31,2 persen – 37,6 persen.

“Jika pemilih muslim dipilah lagi ke dalam asosiasi/kedekatan mereka terhadap organisasi keagamaan, maka Jokowi-Ma’ruf masih unggul di pemilih yang merasa dekat dengan NU dan pemilih yang merasa tak jadi bagian dari organisasi manapun,” tukasnya.

Ardian mengatakan, tampilan elektabilitas masing-masing capres dibuat dalam bentuk range karena LSI memperhitungkan angka elektabilitas dengan margin of error dan asumsi golput terjadi secara proposional.

Survei LSI Denny JA dilakukan di 34 provinsi di Indonesia menggunakan metode sampling multistage random sampling. Wawancara dilakukan kepada 1.200 responden melalui wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Sedangkan margin of error dari survei yang dilakukan selama rentang 18-26 Maret 2019 sekitar 2,8 persen.

kinoy jackson