LSI: Ada Warga Muhammadiyah Yang Menginginkan Sistem Khilafah

Selasa, 5 Maret 2019

DEKANDIDAT.COM – Meskipun cuma sedikit, ternyata ada warga Muhammadiyah yang menginginkan sistem pemerintahan di Tanah Air seperti dunia Timur Tengah (Arab), Khilafah. Begitu salah satu temuan hasil survei LSI Denny JA yang dirilis Selasa (5/3) siang, di Rawamangun, Jakarta.

“Dari survei yang kami lakukan, ada sedikit sekali atau minoritas warga Muhammadiyah yang menghendaki sistem pemerintahan di Indonesia mengacu pada dunia Timur Tengah (Arab), Khilafah. Selebihnya mayoritas warga Muhammadiyah menghendaki sitem pemerintahan berdasarkan Pancasila,” ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa.

Dijabarkan, jumlah warga Muhammadiyah yang menginginkan pemerintahan dengan Sistem Khilafah, tak sebanyak PA 212 atau FPI. Jumlah pemilih yang mengehendaki Sistem Khilafah sebesar 3,5 persen.

“Dilihat dari orientasi politik, mayoritas pemilih muslim menilai Indonesia harus khas Pancasila. Sebanyak 87.4% menyetujui hal ini (Indonesia harus khas pancasila). Sebanyak 3.5% menyatakan Indonesia harus seperti dunia Timur Tengah (Arab). Dan sebanyak 1.1% menyatakan Indonesia harus seperti dunia barat,” imbuhnya.

LSI membagi menjadi empat ormas Islam yaitu NU, Muhammadiyah, Persaudaraan Alumni 212, dan Front Pembela Islam, serta ormas Islam lainnya.

Pemilih dari Muhammadiyah yang mendukung Jokowi-Ma’ruf pada Februari 2019 sebesar 33,3 persen atau mengalami penurunan yang cukuo signifikan. Pada Januari lalu, pemilih Muhammadiyah yang memberi dukungan masih di kisaran 42.

“Sementara itu pemilih yang berasosiasi dengan PA 212 dan FPI sama sekali tak memberi dukungan untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf.”

Jokowi-Ma’ruf mendapat kenaikkan dukungan dari Nahdlatul Ulama (NU). Jika pada januari 2019, warga NU yang memberi dukungan di kisaran 55,6 persen, maka Februari ini jumlah dukungannya mencapai 64,1 persen.

“Di pemilih muslim dukungan atas Jokowi-Ma’ruf menurun di berbagai ormas Islam kecuali di NU,” tandasnya.

Sementara, suara NU kepada Prabowo cenderung menurun dibandingkan ormas Islam lainnya. Di pemilih NU, suara Prabowo-Sandiaga sebesar 28,3 persen pada Februari 2019, 33,6 persen pada Januari 2019 dan 33,9 persen pada Desember 2018.

Sementara pemilih Muhammadiyah kepada paslon 02, 62,2 persen pada Februari 2018, 54 persen pada Januari 2019, dan 41,5 persen pada Desember 2018.

Pemilih PA 212 malah cenderung naik turun, dari 100 persen di Desember 2018, 57,1 persen di Januari 2019, dan 85,7 persen di Februari 2019.

Sedangkan pemilih dari FPI solid dengan 100 persen pada Februari 2019, 70 persen pada Januari 2019, dan 40 persen pada Desember 2018.

Survei dilakukan pada tanggal 18 – 25 Februari 2019, dengan menggunakan 1200 responden. Survei dilakukan di 34 Provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling. Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner.

Margin of error survei ini adalah 2.9%. Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

kinoy jackson