Denny JA: Jokowi Menang Debat Capres Kedua Karena Enam Hal

Senin, 18 Februari 2019

DEKANDIDAT.COM – Pendidi Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, dia melihat ada enam hal yang membuat Jokowi memenangkan debat capres kedua melawan musuh bebuyutannya, Prabowo Subianto, Minggu (17/2) malam, di Hotel Sultan, Jakarta.

Denny JA, seorang peneliti dan doktor ilmu politik yang menonton Debat Pilpres putaran kedua bersama Tim Penelitinya mendiskusikan dan menyimpulkan bahwa bukan hanya substansi debat, namun juga teknik berdebat dan gaya berkomunikasi yang dinilai.

Denny mengemukakan pandangannya dalam serial memenya yang viral di aneka WA grup, Facebook, Twitter dan Instagram.

“Pertama, Jokowi lebih tahu lapangan. Ketika Prabowo menyatakan akan membuat BUMN yang akan memberdayakan nelayan, dengan enteng Jokowi menjawab. Jokowi menjawabnya dengan mengatakan mungkin Prabowo belum tahu kalau pemerintah sudah memiliki BUMN untuk mengurusi hal tersebut. BUMN tersebut adalah Perindo dan Perinus,” ujar Denny JA.

Kedua, Jokowi lebih sistematis soal solusi. Sementara Prabowo masih normatif dan umum saja soal rencana mendorong Industri digital.

“Jokowi memaparkan data dari 7 starup Unicorn usaha digital Asean, 4 ada di Indonesia. Sudah disiapkan Palapa Ring, 4G dan deregulasi,” lanjutnya.

Ketiga, Jokowi lebih realistis soal import. Jokowi mencontohkan import jagung pada 2014 mencapai sekitar 3,5 juta Ton. Namun pada 2018, tinggal 180 ribu Ton saja.

Menurut mantan Walikota Solo ini, menghilangkan import tak bisa satu dua hari, seperti membalik tangan

“Keempat, Jokowi terkesan lebih berpengalaman berkomunikasi dengan rakyat. Dia menceritakan pengalamannya turun ke lapangan pada jam 24.00, hanya berdua dengan sopirnya ke pemukiman nelayan di Semarang, untuk memastikan kondisi para nelayan. Jokowi biasa melakukan semua ini untuk mengetahui apa yang sebenarnya dihadapi para nelayan dalam kesehariannya.”

Kelima, justru Prabowo yang menyetop debat ketika membahas soal energi. Padahal waktu untuk berdebat masih ada.

“Ketika moderator terus memberi waktu kedua capres berdebat mencari kontras antar mereka untuk isu energi, justru Prabowo yang menyetop. Kata Prabowo, cukup. Untuk apa bertele-tele lagi,” tukasnya.

Keenam, Jokowi sempat melancarkan serangan upper cut yang membuat Prabowo terhentak melalui masalah kepemilikkan tanah.

“Prabowo menyinggung betapa segelintir orang kaya di Indonesia menguasai mayoritas sumber daya. Jokowi balik menyerang bahwa Prabowo sendiri punya 220 ribu hektar lahan di Kalimantan dan 120 ribu hektar di Aceh.”

kinoy jackson