LSI: Dukungan Sejumlah Ulama, Sukses Mengkatrol Elektabilitas Prabowo-Sandi

Jumat, 8 Februari 2019

DEKANDIDAT.COM – Meskipun unggul di kantong suara pemilih muslim, elektabilitas pasangan petahana Jokowi-Ma’ruf mengalami trend kemunduran. Demikian salah satu hasil survei LSI Denny JA bertajuk
‘Pergeseran Dukungan Pilpres di Enam Kantong Suara’, kemarin, di Rawamangun, Jakarta.

“Khusus untuk di kantung suara pemilih muslim, Jokowi-Ma’ruf mendapat dukungan 49,5 persen suara, unggul dari Prabowo-Sandi yang hanya didukung oleh 35.4 persen suara,” ujar peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby.

Namun yang patut diwaspadai, pasangan Jokowi-Ma’ruf mengalami trend penurunan yang lumayan banya, sekitar 3 persen.

“Saat pertama kali mendaftarkan diri, pemilih muslim yang memberi dukungan sebanyak 52,7 persen pada Agustus 2018. Namun pada September 2018 turun menjadi 49,5 persen, Oktober 2018 (53,7 persen), November 2018 (49,0 persen), Desember 2018 (50,0 persen), dan Januari 2019 (49,5 persen),” lanjutnya.

Sebaliknya dukungan yang didapat Prabowo-Sandi justru secara perlahan terus meningkat. Saat awal pendaftaran, pasangan nomor urut 2 ini hanya mendapat dukungan 27,9 persen pada Agustus 2018.

“Dukungan terhadap Prabowo-Sandi meningkat pada September 2018 menjadi (32,1 persen), Oktober 2018 (31,7 persen), November 2018 (35.2 persen), Desember 2018 (33,5 persen), dan Januari 2019 meningkat lagi menjadi 35,4 persen.”

Menurut Adjie ada banyak variabel yang membuat Prabowo-Sandi mengalami peningkatan suara di kantong suara muslim, di antaranya karena kerja keras Sandi sebagai cawapres mengunjungi pesantren dan kiai yang ada di Tanah Air.

“Namun banyaknya dukungan dari ulama besar di Tanah Air seperti Aa Gym, Ustad Arifin Ilham, dll, juga mendongkrak suara mereka.”

“Meningkatnya suara Prabowo-Sandi di kantong suara pemilih muslim juga terhadi karena blunber atau kesalahan yang dilakukan kubu Jokowi-Ma’ruf. Penangkapan ulama dinilai sebagai tindakan mengkriminalisasikan ulama, ini juga berpengaruh pada naiknya suara Prabowo-Sandi,” tukasnya.

Survei dilakukan pada tanggal 18 – 25 Januari 2019, dengan menggunakan 1200 responden. Survei dilakukan di 34 Provinsi di Indonesia dengan metode multistage random sampling.

Wawancara dilakukan secara tatap muka dengan menggunakan kuesioner. Margin of error survei ini adalah 2.8%. Selain survei, LSI Denny JA juga melakukan riset kualitatif dengan metode FGD, analisis media, dan indepth interview untuk memperkaya analisa survei. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

kinoy jackson