LSI: PSI Berani, Karena Ingin Diajak Masuk ke Pemerintahan

Rabu, 9 Januari 2019

DEKANDIDAT.COM – Sebagai Partai pendatang baru, PSI yang digawangi oleh anak-anak muda, memang sering kali tampil ke permukaan dengan pernyataan sensasional dan kerja kreatif. Menurut LSI Denny JA, apa yang dilakukan tokoh partai di LSI, bukan sebatas menembus ambang batas Parliemantary Treshold 4 %. Namun mereka juga mengincar posisi di pemerintahan, jika Jokowi-Ma’ruf menang.

Hal demikian dilontarkan peneliti LSI Denny JA, Ardian Sofa, Selasa (8/1) siang, di Rawamangun, Jakarta. Survei LSI kali ini mengangkat tajuk ‘Yang Juara dan Yang Terhempas: Pertarungan Partai Politik 2019’.

“Untuk elektabilitas, PSI memang termasuk parpol yang berada di nol koma. Survei LSI Agustus, elektabilitas PSI hanya 0,2%, September (0,2%), Oktober (0,2%), November sempat naik menjadi 0,9%, tapi pada Desember, elektabilitas mereka kembali ke 0,2%,” kata Ardian Sopa.

LSI melihat, sebagai partai baru, PSI yang mengandalkan anak-anak muda berusaha menjaring pemilihnya dengan mempromosikan kultur modern barat, khususnya sola agama dan perempuan di ruang publik.

Apa yang dilakukan PSI memang selalu menjadi sorotan. Terakhir Kebohongan Awards yang diberikan PSI untuk Prabowo, Sandiaga Uno, dan Andi Arief berbuntut panjang hingga saling lapor ke polisi.

“LSI telah mensurvei bahwa segala sesuatu yang berbau sensasional dilakukan jelang Pemilu dan Pilpres 2019, tak berpengaruh signifikan. Pengaruhnya sangat sedikit,” imbuhnya.

“Kalau untuk mengejar ambang batas Parliemantary Treshold 4 %, sepertinya sangat sulit. Namun kita juga melihat, bukan tidak mungkin mereka-mereka di PSI ingin menunjukkan kualitas mereka kepada pemerintah yang berkuasa saat ini. Bila mereka menang lagi, mereka berharap bisa duduk ke pemerintahan. Hal seperti ini sangat mungkin terjadi,” tegasnya.

Survei LSI ini dilakukan dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebesar 1200 orang. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Sementara margin of error survei plus minus 2,9 persen.

kinoy jackson