LSI: Pernyataan Sensasional Prabowo-Sandi Berpotensi Turunkan Elektabilitas Gerindra

Rabu, 9 Januari 2019

DEKANDIDAT.COM – Partai Gerindra sepertinya harus berhati-hati dengan statemen sensasional yang dilontarkan capres dan cawapresnya. Berdasarkan hasil survei terkini LSI Denny JA, pernyataan sensasional Prabowo dan Sandiaga Uno justru tak berpengaruh siginifikan dan bahkan kini menurunkan elektabilitas partai berlambang burung garuda tersebut.

“Berdasarkan survei yang kami lakukan, pernyataan sensasional Prabowo sepert Indonesia mau bubar, selang cuci darah dipakai untuk 40 orang, dll, serta pernyataan Sandiaga Uno soal menbangun Tol Cipali tanpa ngutang, ternyata menurunkan elektabilitas Gerindra lebih dari 1 persen,” tukas peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, kemarin, di Rawamangun, Jakarta.

Survei LSI kali ini yang bertajuk ‘Yang Juara dan Yang Terhempas: Pertarungan Partai Politik 2019’, elektabilitas Partai Gerindra pada Desember 2018 sebesar 12,9%.

“Survei LSI bulan Desember, elektabilitas Partai Gerindra sebesar 12,9 persen. Padahal pada bulan November, elektabilitasnya 14,2%. Bahkan pada Agustus, elektabilitasnya mencapai 13,1%. Penurunan ini memang kecil, namun harus disikapi benar-benar oleh Gerindra,” lanjutnya.

Ardian menambahkan, penurunan elektabilitas Gerindra bisa terjadi dari imbas pernyataan politik yang dilontarkan Prabowo dan Sandiaga Uno. Bila Gerindra masih memakai cara-cara sensasional untuk mencari simpati publik, itu tak akan berhasil.

“Kalau saat ini Gerindra masih berada di posisi kedua, itu karena mereka mempunyai capres (Prabowo) yang sudah sangat dikenal publik.”

Namun sekali lagi Ardian mengingatkan, kalau Gerindra masih bersikap seperti sekarang, posisi nomor duanya bisa disalip oleh Partai Golkar. Saat ini Partai Beringin berada di posisi ketiga dengan 10,0%.

“Karena Golkar tak memiliki ketua umum sehebat Prabowo, Surya Paloh, Megawati, atau Hary Tanoesodibjo, untuk menaikkan elektabilitasnya, partai ini harus mencari pendongkrak suara,” tutupnya.

Survei LSI ini dilakukan dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebesar 1200 orang. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Sementara margin of error survei plus minus 2,9 persen.

kinoy jackson