LSI: PDIP, Parpol Paling Berpotensi Juarai Pemilu 2019

Selasa, 8 Januari 2019

DEKANDIDAT.COM – PDI Perjuangan menjadi partai politik yang paling berpotensi menjadi juara pada Pilpres 2019. Demikian salah satu hasil survei LSI Denny JA yang dilansir Selasa (8/1) siang, di Rawamangun, Jakarta Timur. Survei kali ini mengangkat tajuk, ‘Yang Juara dan Yang Terhempas: Pertarungan Partai Politik 2019’.

“Dari lima kali survei sepanjang Agustus-Desember 2018, PDIP selalu berada di posisi pertama. Bahkan pada Desember ini, elektabilitas PDIP mencapai 27,7 persen,” kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa.

“Elektabilitas PDIP sejak Agustus selalu di atas 20%, dan jauh meninggalkan elektabilitas partai-partai lainnya. Agustus 2018, elektabilitas PDIP sebesar 24.8%, September (25.6%), Oktober (28.5), November (25.4%), dan Desember (27.7%).”

Mengapa LSI Denny JA berani menyatakan bahwa PDIP paling potensial menjadi juara di pemilu 2019?

“Jika mengacu pada data saat ini, maka ada dua alasan paling menguatkan kesimpulan diatas. Pertama, dalam 5 bulan terakhir, survei yang merekam elektabilitas partai-partai, selalu menempatkan PDIP pada posisi pertama dengan elektabilitas diatas 20%. Kedua, jarak elektabilitas antara PDIP dengan partai dibawahnya yaitu Partai Gerindra, selalu konsisten diatas 10%,” tambah Ardian.

Dia menambahkan, sejak Pemilu 1999, ada semacam kutukan, dimana tak pernah ada juara bertahan dalam pemilu yang memenangi pemilu berikutnya. Pada pemilu 1999, PDIP menjadi pemenang pemilu, namun kalah dari Golkar pada pemilu 2004. Pemilu 2009, Partai Demokrat berhasil menjadi pemenang pemilu, namun dikalahkan PDIP pada Pemilu 2014.

“Jika posisi PDIP saat ini (survei Agustus-Desember 2018) bertahan hingga pemilu April 2019, maka PDIP adalah partai pertama yang berhasil keluar dari ‘kutukan’ juara bertahan dan menjadi partai pertama yang memenangi pemilu dua kali berturut- turut pada pemilu era reformasi,” sergahnya.

Pada survei kali ini, Partai Gerindra berada di posisi kedua dengan meraih 12,9%, disusul Golkar (10,6%), PKB (6,7%), Demokrat (5,2%).

Survei LSI ini dilakukan dengan metode multistage random sampling. Jumlah responden sebesar 1200 orang. Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Sementara margin of error survei plus minus 2,9 persen.

kinoy jackson