Sang Penyelamat Tsunami Itu, Jari Nyaris Putus, Kepala Bocor, dan Retak Tangannya

Jumat, 4 Januari 2019

DEKANDIDAT.COM – Adhi Kurniadi memang hanya mengalami kepala bocor, retak di tangan kanan, jari nyaris putus, dan luka-luka di badan. Namun sampai saat ini, ‘Adhi Sang Penyelamat’, sangat takut setiap kali mendengar suara air. Bahkan saat wajahnya terkena air, ketika dia dimandikan oleh istrinya, ayah dari tiga orang anak ini, ketakutan luar biasa.

“Sampai sekarang, saya takut air, apalagi dengar suara air. Yang terbayang di benak saya, air itu ombak tsunami. Kalau mandi, saya minta istri saya menyiram pelan-pelan dari tangan, kaki, badan, baru ke wajah. Kalau langsung ke wajah, saya benar-benar takur,” ujar Adhi yang kesehariannya menjadi sopir pribadi Kepala PP-ITKON Kemenpora, Edi Nurinda Susila, yang juga kakak sepupunya, Jumat (4/1) pagi.

Dia mengkisahkan, setelah listrik mati saat acara bagi-bagi door prize di restoran Tenjung Lesung Beach, lelaki berbadan tinggi besar ini melihat ombak di kejauhan. Ombak yang semula bentuknya seperti toples, tiba-tiba berubah mengerikan menjadi seperti monster setelah menghantam Dermaga atau Jembatan Cinta yang ada di Tanjung Lesung, malam itu.

“Ombak yang tadinya seperti toples, tiba-tiba berubah dahsyat setelah menghantam Jembatan Cinta. Suaranya sangat menakutkan, tingginya sekitar 5-6 meter,” lanjutnya.

Menyadari kondisi tersebut, dia langsung meminta rekan-rekannya, puluhan orang, untuk berlari menyelamatkan diri.

“Lari, ada air, tsunami. Saya menyuruh teman-teman berlari. Saya menjadi dua orang terakhir yang berlari menghindari tsunami.”

Adhi sadar betul ketika kepala, badan, dan sekujur badannya menghantam benda-benda yang ada di air. Rasa sakit tak dia hiraukan saat itu. Beruntung dia menemukan papan ukuran sedang yang bisa menopang badannya. Dengan papan itu, dia kemudian terombang-ambing karena dihempaskan oleh gelombang tsunami.

“Logikanya, papan sebesar itu tak bakal mampu menahan tubuh saya. Tapi semua bisa terjadi. Saya bisa mengambang berkat papan itu.”

“Saya akhirnya selamat setelah berpegangan pada stang jetski yang ada di dekat pantai,” ujarnya.

Mencari Keponakan

Berhasil selamat dari tsunami, pria 41 tahun ini sibuk mencari dua orang keponakannya. Alhamdulilah akhirnya dia mendapat kabar kalau keponakannya masih hidup, tapi patah kaki dan luka-luka.

Sementara Adhi yang sempat mendapat perawatan di RSUD Serang, dijemput keluarganya dengan ambulance 118 untuk selanjutnya dirawat di RS Koja, Jakarta.

“Jari tangan saya, satu, nyaris putus, ada lima jahitan. Kepala saya yang bocor, dapat 10 jahitan, tangan kanan yang retak saya obati ke dukun patah. Saya gak mau dioperasi. Badan saya udah kaya Rambo, banyak luka,” tambahnya berkelakar.

Meskipun mengalami cedera, Adhi mengaku senang karena bisa menyelamatkan teman-temannya dari amukan tsunami Tanjung Lesung, 22 Desember 2018, pukul 21.30 WIB.

“Udah menjadi kewajiban saya memberi tahu ke teman-teman kalau ada tsunami.”

Gara-gara peristiwa ini, Adhi kini tak mau lagi plesir ke pantai. Yang terbayang dalam pikirannya hanya gelombang tsunami setinggi 5-6 meter seperti monster.

Akibat peristiwa ini, lima rekan kerjanya (Helena, Umi, Titik, Nia, dan Betty), serta satu orang anak temannya (Rahma), meninggal dunia.

kinoy jackson