Kemenpora: Hoax By Design Sangat Berbahaya

Selasa, 4 Desember 2018

DEKANDIDAT.COM – Kemenpora menilai dari begitu banyak berita hoax yang belakangan ini beredar di masyarakat, yang paling berbahaya adalah hoax by design atau yang sengaja dibuat oleh kelompok untuk mencapai tujuannya, yakni membuat keresahan.

Hal demikian dikatakan Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam, di sela-sela Seminar Milenial Indonesia Melek Hukum, Selasa (4/12) siang, di Teater Kemenpora, Senayan, Jakarta.

“Saat ini hoax yang beredar di masyarakat bisa dibedakan dalam dua kategori, yaitu hoax yang tidak disengaja dan hoax by design atau sengaja dibuat oleh pihak-pihak tertentu,” kata Niam.

“Untuk hoax yang tidak disengaja, kita tak akan menemui banyak kesulitan untuk memberitahu kepada pelaku bahwa tindakannya menyebar berita hoax adalah salah. Tapi kalau hoax by design, sangat berbahaya dan sulit ditangani. Karena hoax tersebut sengaja disebar untuk memenuhi tujuan si pembuatnya. Ini yang harus ditangani serius,” lanjutnya.

Niam menambahkan, biasanya kaum muda memiliki keluguan terkait hal-hal yang baru mereka ketahui. Pribadi yang masih polos ini lah yang kerap kali menjadi sasaran para politikus untuk mencapai misinya, yakni melalui hoax atau berita bohong.

“Seperti kita ketahui bersama, generasi milenial memiliki jumlah yang sangat dominan, dimana data pemilih dalam usia 17-38 tahun mencapai lebih dari 50%. Hal tersebutlah yang menjadikan mereka berada dalam jumlah yang sangat strategis dan juga rentan untuk dipolitisasi,” kata Niam.

“Oleh karenanya generasi muda harus kita jauhkan dari para politikus yang ingin menjadikan mereka sebagai alat politik untuk merebut kekuasaan.”

Cara Jitu Tangkal Hoax

Pada kesempatan berbeda Staf Ahli Kemenpora Bidang Politik, Yuni Poerwanti menegaskan, cara jitu untuk menangkal hoax adalah diam dan tidak terpancing emosi.

“Bagi generasi milenial, mereka memiliki emosi yang tinggi. Karenanya tak jarang dari para generasi milenial yang menjadi korban hoax begitu mengetahuinya di media sosial,” ujar Yuni Poerwanti.

“Agar mereka tak menjadi korban hoax, begitu mereka mendapat berita yang belum bisa dipercaya kebenarannya, mereka lebih baik diam. Cari tahu kebenaran berita tersebut. Jangan langsung bertindak begitu mendapat berita yang belum pasti,” tegasnya mengingatkan.

Dia melihat, penyebaran berita bohong atau hoax memang sengaja diarahkan ke generasi milenial, karena mereka ini merupakan sasaran empuk dari berita bohong atau hoax.

kinoy jackson