2.000 Penggowes Ramaikan Sepeda Nusantara Kendal 2018

Minggu, 18 November 2018

DEKANDIDAT.COM – Sekitar 2.000 penggowes ramaikan perhelatan Sepeda Nusantara Kendal 2018 yang berlangsung Minggu (18/11) pagi, di Stadion Utama Kebondalem, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Sepeda Nusantara Kendal merupakan titik ke-67. Sepeda Nusantara akan digelar di 70 titik kabupaten kota di Indonesia.

Usai meninggalkan garis start, para penggowes menelusuri Jalan Tentara Pelajar – Pasar Sukodono – Balai Desa Bojonggede – Bulugede – kembali ke Stadion Utama Kebondalem. Rute yang ditempuk sekitar 15 Km.

Sepeda Nusantara Kendal 2018 yang merupakan salah satu program unggulan Kemenpora di bawah payung ‘Ayo Olahraga’, tak hanya diikuti oleh peserta perongan. Akan tetapi sejumlah komunitas bersepeda yang ada di Kota Santri ikut ambil bagian. Di antaranya Komunitas Kosti dan Pengcab Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kendal.

Hadir pada kesempatan ini Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si, Asisten Deputi Pengelolaan Olahraga Rekreasi Teguh Raharjo, serta segenap Forkopimda dan jajaran OPD.

Asdep Teguh Raharjo mengapresiasi keikutsertaan segenap masyarakat Indonesia yang turut ambil bagian dalam kegiatan yang mengkampanyekan berolahraga ini.

“Alhamdulillah, di setiap titik perhelatan diikuti oleh ribuan peserta. Ada yang 2.000-an bahkan ada yang mencapai 25.000 peserta. Itu artinya olahraga dalam hal ini bersepeda sudah membudaya, sehingga target kita untuk mengangkat angka kebugaran diatas 35 persen tercapai melalui program-program yang kita lakukan,” kata Teguh Raharjo.

“Antusias publik seperti inilah yang diingnkan oleh bapak Menpora Imam Nahrawi. Dia sangat berharap program-program yang dicanangkan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat banyak. Dengan berolahraga diharapkan bisa didadapt bibit-bibit andal,” tambahnya.
“Harapan kami setelah gelaran ini, setiap Minggu masyarakat bisa meluangkan waktu bersepeda bersama-sama atau olahraga jenis lainnya, karena dengan berolahraga akan timbul interaksi sosial dikalangan masyarakat itu sendiri disamping akan mendapatkan kebugaran dan kesehatan bagi tubuh kita,” pungkasnya.

Sedangkan Bupati Kendal setelah ikut bergowes bersama mengatakan, melalui kegiatan ini masyarakat secara langsung bisa melihat kehadiran dan kepedulian pemerintah pusat terhadap orang daerah, khususnya sektor olahraga.

“Ayo sama-sama kita gerakkan diri kita dengan semangat jiwa yang sehat dan dalam kesempatan ini kami berharap pemerintah pusat untuk sering-sering menggelar kegiatan bersifat massal seperti ini, sehingga program-program yang dicanangkan bisa langsung menyentuh masyarakat,” pugkasnya.

Sepeda Nusantara Kendal 2018 dimeriahkan oleh peragaan olahraga tradisional ‘Kolongan’, olahraga yang berasal dari Dawungsari, Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Kolongan juga sebutan dari peralatan yang digunakan untuk permainan ini yang dibuat dari anyaman pelepah pohon pisang yang dibuat berbentuk lingkaran.

Joko Pranawa Hadi, guru SMK 4 Kendal mengatakan, permainan ini memiliki unsur olahraga dan seni, karena memerlukan kelincahan, kekuatan, akurasi, kecepatan koordinasi di antara pemainnya.

“Permainan Kolongan dilakukan secara berkelompok, di mana tiap kelompoknya terdiri dari 4-7 pemain dengan satu orang berperan sebagai Jogo Kolong. Permainan ini dapat dimainkan oleh pria dan wanita, baik anak-anak, remaja maupun dewasa dengan durasi 2X15 menit, menggunakan luas area maksimal 15X30 meter. Pemenang ditentukan dengan banyaknya kolongan yang berhasil ditangkap menggunakan tongkat yang dijaga oleh Jogo Kolong,” ucap Joko.

Permainan Kolongan ini biasanya dilakukan pada sore hari yang dilakukan oleh anak-anak atau muda-mudi untuk mengisi waktu luang setelah menyirami tanaman tembakau sembari membawa ternak dipinggir lapangan yang sedang merumput, di mana daerah Pegandon itu sendiri merupakan daerah penghasil tanaman tembakau.

Olahraga tradisional ini sudah berkembang dari generasi ke generasi, namun sejak era tahun 1980-an hingga sekarang sudah jarang dimainkan atau dapat dikatakan bahwa tidak terlihat lagi permainan seperti ini lantaran kalah pamor dengan gadget yang kian digandrungi.

Oleh sebab itu supaya tidak hilang maka permainan Kolongan diangkat kembali atau dikembangkan untuk menjadi suatu aktifitas olahraga tradisional dimana permainan ini dilakukan.

kinoy jackson