Kemenpora: Indonesia Sport Award, Ajang Luar Biasa Bagi Atlet Berprestasi

Sabtu, 17 November 2018

DEKANDIDAT.COM – Ajang Indonesian Sport Award 2018 (ISA) yang akan digelar 23 November mendatang mulai pukul 20.00 WIB dinilai sebagai ajang luar biasa karena mengukuhkan para atlet sebagai role model atau panutan bagi masyarakat Indonesia. Hal demikian dilontarkan Staf Ahli Menpora Bidang Politik, Yuni Poerwanti, Sabtu (17/11) pagi, di Jakarta.

“Ajang Indonesia Sport Award merupakan penghargaan yang luar biasa. Karena melalui even ini, atlet berprestasi dikukuhkan sebagai role model atau panutan bagi masyarakat Indonesia,” tegas Yuni Poerwanti.

“Khusus bagi peserta didik, integritas para atlet yang selalu mengedelankan sportivitas, fair play, moral dan sikapnya yang baik, serta dedikasinya terhadap bangsa dan negara, bisa dijadikan sebagai suri tauladan,” imbuhnya.

ISA 2018 yang merupakan hasil kerjasama antara Kemenpora dengan Stasiun Televisi Trans7 akan disiarkan secara langsung pada 23 November, mulai pukul 20.00 WIB.

Dari kaca-matanya, mantan Plt Sesmen Kemenpora, para champion sebagai role model memiliki tanggungjawab menjaga, memelihara, dan meningkatkan prestasinya demi kebanggaan bangsa dan negara.

Yuni berharap, dengan dibuatnya ISA 2018, nantinya akan bertambah pemahaman masyarakat, khususnya para orang tua dalam membimbing putra-putrinya sejak dini untuk ditumbuhkembangkan dan diantarkan sebagai atlet kebanggaan pengharum nama bangsa dan negara sebagai bagian dalam bela negara.

“Saatnya kerjasama dalam pembinaan dan pengembangan bibit olahragawan Indonesia dipersiapkan dengan serius dan sungguh-sungguh, sehingga Indonesia memiliki bibit yang signifikan dengan jumlah penduduk usia anak.”

Dia juga melihat ISA 2018 sebagai gagasan dunia usaha yang direspon pemerintah sebagai bentuk kolaborasi tanggungjawab bersama dalam pemanfaatan momentum kemenangan pada pesta olahraga Asia.

“Semoga hal ini menjadi agenda tetap dan diikuti oleh dunia usaha bidang lainnya untuk bahu membahu memajukan keolahragaan nasional secara sistemik, terstruktur, dan berkelanjutan,” tukasnya.

14 Kategori

Ada lima nominasi atlet dari 14 kategori yang dipilih publik, sedangkan enam kategori lainnya dipilih langsung oleh tim juri yang diisi oleh tujuh tokoh olahraga nasional, yakni Lukman Nidoe (mantan atlet enang Olimpiade), Linda Wahyu (legenda sofbol), Ivana Lie (legenda bulutangkis Indonesia), Andi Chairil (Trans7), dan Anton Sanjoyo sbagai wartawan olahraga senior.

Enam kategori yang dipilih langsung oleh tujuh juri itu yaitu lifetime achievment, pembina terbaik, lembaga atau institusi yang mendukung olahraga terbaik, atlet muda berbakat terbaik dan pelatih terbaik.

kinoy jackson