LSI: Prabowo-Sandi Unggul Telak di Riau Bukan Karena Sandiaga Uno Orang Kaya

Sabtu, 3 November 2018

DEKANDIDAT.COM – Keunggulan telak pasangan Prabowo-Sandi di Riau atas seluruh parpol peserta Pilpres 2019 ternyata bukan karena Sandi memiliki harta triliunan rupiah dan keluarganya yang asli Riau. Demikian salah satu hasil survei terkini LSI Denny JA yang dirilis Jumat (2/11) siang, di Jakarta.

“Tingginya elektabilitas Prabowo-Sandi di daerah pemilihan Riau, bukan karena Sandi orang kaya dan keluarganya yang asli Riau. Namun faktor Prabowo dengan Gerindra yang membuat mereka unggul,” demikian dikatakan peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfarabi.

Dalam survei bertajuk ‘Pertarungan Partai Politik di 10 Provinsi Terbesar’, Prabowo-Sandi menang di tiga tempat, yakni Jawa Barat, Banten, dan Riau.

Di Jawa Barat, elektabilitas partai Gerindra mencapai 20.2 %, disusul PDIP dengan dukungan 17.8%, Partai Golkar (11.3 %), PKS 6.0%, dan PPP dengan dukungan 4.7 % di posisi kelima. Kelima partai ini disebut sebagai partai divisi utama di provinsi Jawa Barat.

Dukungan Partai Gerindra di Jawa Barat mengalami kenaikan signifikan jika dibandingkan dengan hasil Pileg 2014. Pada pileg 2014, partai Gerindra hanya memperoleh dukungan 11.2 % dan menempati posisi ketiga di bawah PDIP dan Partai Golkar.

Di Banten, Partai Gerindra juga tampil sebagai juara. Dukungan partai Gerindra di provinsi Banten mencapai 26.3 %, disusul PDIP dengan dukungan sebesar 19.3 %, Golkar (7.0 %), Demokrat (4.8%), dan posisi kelima adalah PPP (3.5 %).

“Dukungan Gerindra di Provinsi Banten, naik signifikan jika dibandingkan dengan perolehan suaranya di pileg 2014. Pada pileg 2014, Gerindra hanya memperoleh dukungan sebesar 13.2% dan berada di peringkat ketiga di bawah PDIP dan Partai Golkar.”

PDIP juga mengalami kenaikan meski tak signifikan dari pemilu sebelumnya. Pada pileg 2014, PDIP memperoleh suara sebesar 16.8 %. Kini di survei LSI Denny JA Oktober 2018, elektabilitas PDIP sebesar 19.3%.

Partai Golkar mengalami penurunan suara hampir setengahnya jika dibandingkan dengan perolehan dukungannya di pileg 2014. Pada pileg 2014, partai Golkar memperoleh dukunga sebesar 13.4 % (posisi kedua). Namun saat ini elektabilitas partai Golkar hanya sebesar 7.0 %.

Di Provinsi Riau, Partai Gerindra memuncaki dukungan terbanyak dan menggeser partai Golkar yang sejak pemilu pasca reformasi selalu menjadi pemenang.

Survei Oktober 2018 menunjukan bahwa elektabilitas Gerindra mencapai 22.2 %. Padahal pada pemilu sebelumnya Gerindra hanya menempati peringkat ke-5 dengan dukungan hanya sebesar 9.7%. Partai Golkar mengalami penurunan suara.

Pada pemilu sebelumnya (pileg 2014) partai Golkar berhasil memperoleh dukungan sebesar 20.4 % dan menjadi pemenang pemilu. Kini elekbalitas partai Golkar bahkan kurang dari separuh suaranya di pemilu sebelumnya.

Elektabilitas Golkar pada Oktober 2018 hanya sebesar 7.2 %. PDIP meski mengalami penurunan, namun konsisten menempati peringkat ke-2, dukungan terhadap partai di Provinsi Riau. Saat ini elektabilitas PDIP sebesar 9.3 %. Pada pemilu sebelumnya PDIP memperoleh suara sebesar 14.0%.

“Ternyata pemilih fanatik Prabowo masih banyak dan tersebar di berbagai daerah di Tanah Air. Peran Prabowo sebagai mantan militer membuat banyak publik kepincut akan pemerintahan yang tegas,” ujar Adjie.

“Sedangkan peran Sandiaga Uni sangat krusial sebagai cawapres dibandingkan Ma,ruf Amin. Sandiada dengan kepiawaiannya di bidang ekonomi berusaha menjaring suara emak-emak. Dia kiga berusaha menjangkan pemilih milenial dengan gaya mudanya yang suka bermain medsos.”

Dalam survei ini, Prabowo Sandi kalah di tujuh provinsi besar yakni DKI Jakarta, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Lampung.

LSI Denny JA melakukan survei setiap provinsi di 10 provinsi terbesar (berdasarkan populasi penduduk/pemilih) dimulai serentak pada tanggal 4-14 Oktober 2018.

Survei setiap propinsi menggunakan 600 responden. Dengan margin of error setiap provinsi sebesar 4.1 %. Total responden yang diambil dari 10 propinsi tersebut adalah 6000 responden.

LSI melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

kinoy jackson