LSI: Suara SBY – Amien Rais Tak Lagi Didengar Publik

Jumat, 2 November 2018

DEKANDIDAT.COM – Di masa-masa awal reformasi, sosok Amien Rais dan SBY tak diragukan lagi kehebatannya. PAN dan Partai Demokrat menjadi besar karena keduanya. Tapi sekarang berdasarkan survei LSI Denny JA, suara keduanya tak lagi didengar publik. Walhasil partai keduanya terlempar dari posisi terhormat.

“Dulu, sosok Amien Rais dan SBY sangat dikagumi. Jika Amien Rais dikenal sebagai Bapak Reformasi, SBY sukses mengangkat Partai Demokrat pada Pemilu 20009 dan 2014. Bahkan di Pemilu 2014, Demokrat berada di ambang keemasan dengan memenangi Pemilu sekitar 20% suara. Tapi sekarang, PAN dan Demokrat jeblok karena suara Amien Rais dan SBY sudah tak didengar lagi,” tandas peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, Jumat (2/11) siang, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur.

Adjie menguraikan, Demokrat mengalami penurunan suara yang sangat signifikan karena sejumlah petinggi parpol, mulai dari Ketua Umum, Bendahara, dan beberapa pejabatnya terseret kasus korupsi.

“Ternyata masalah korupsi menjadikan Demokrat tenggelam sangat dalam. Kepopuleran SBY sebagai seorang ketua umum dan AHY, tak mampu mengembalikan suara Demokrat.”

Menurut hasil survei LSI Denny JA bertajuk ‘Pertarungan Partai Politik di 10 Provinsi Terbesar’, Demokrat yang dulu sangat perkasa, di sepuluh provinsi besar di Tanah Air, partai berlambang Bintang Mercy hanya mampu menembus posisi empat besar.

“Sementara PAN yang hingga saat ini dimotori oleh Amien Rais, juga kehilangan banyak suara. PAN justru terlempar dari parpol papan atas.”

“Mengapa PAN tak lagi sehebat dulu? Selain suara Amien Rais yang sudah tak lagi didengar publik, PAN juga tak memiliki program yang mampu menarik perhatian masyarakat.”

Menurut survei LSI, PDIP dan Gerindra menjadi dua parpol yang paling diuntungkan dengan Pilpres kali ini. Jika di PDIP, sosok Jokowi yang mampu mengangkat suara, maka di Gerindra, sosok Prabowo sudah begitu lekat.

“Ketika publik bicara Gerindra, maka yang diingat adalah Prabowo. Begitu juga sebaliknya. Berbeda dengan PDIP. Meskipun PDIP memiliki Megawati Soekarnoputri sebagai ketua umum, namun publik melihat sosok Jokowi yang sederhana, tanpa beban, dan telah menunjukkan kerja nyata.”

LSI Denny JA melakukan survei setiap provinsi di 10 provinsi terbesar (berdasarkan populasi penduduk/pemilih) dimulai serentak pada tanggal 4-14 Oktober 2018.

Survei setiap propinsi menggunakan 600 responden. Dengan margin of error setiap provinsi sebesar 4.1 %. Total responden yang diambil dari 10 propinsi tersebut adalah 6000 responden.

LSI Denny JA juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

kinoy jackson