LSI: Efek Bakpau Setya Novanto Hancurkan Elektabilitas Golkar

Jumat, 2 November 2018

DEKANDIDAT.COM – Gara-gara ‘afek bakpau’ Setya Novanto, Partai Golkar untuk pertama kalinya terancam terlempar dari posisi dua besar pemenang Pemilu. Begitu salah satu hasil survei LSI Denny JA bertajuk ‘Pertarungan Partai Politik di 10 Provinsi Terbesar’, Jumat (2/11) siang, di Rawamangun, Jakarta Timur.

Sebelumnya, Partai Golkar tak pernah lekang dari posisi pertama dan kedua di ajang Pemilu. Terakhir pada Pemilu 2014, Partai Beringin berada di posisi kedua dengan meraih 14,75% suara atau sebanyak 18.432.312 suara.

Posisi pertama ditempati PDIP dengan meraih 18,95% atau 23.681.471 suara, sementara posisi ketiga diduduki Partai Gerindra (11,81%) atau 14.760.371 suara.

Dari sepuluh provinsi yang disurvei LSI Denny JA, Golkar hanya unggul di Sulawesi Selatan dengan meraih 23.5% suara. Selebihnya di sembilan provinsi lain, yakni DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Lampung, Sumatera Selatan, dan Riau, posisi Golkar hanya berada di posisi kedua hingga kelima.

“Kalau dalam sisa enam bulan ini Golkar tak bisa berbenah diri, untuk pertama kalinya, Golkar terancam tidak masuk dua besar dalam pemilu Indonesia pasca reformasi.”

Bahkan jika dalam waktu yang tersisa, ada kasus negatif yang melanda Golkar, bukan tidak mungkin posisi Golkar akan semakin terjerembab pada Pemilu 2019.

Efek Bakpau akibat Setya Novanto mengalami kecelakaan tunggal karena mobil yang ditumpanginya menabrak tiang listrik, cukup menggerus wibawa Partai Golkar.

“Selain itu, Golkar tak punya capres atau cawapres yang teraosiasi kuat dengan Golkar. Ketiga, tak ada program partai yang menonjol. Hingga kini tak ada satupun program partai yang dikenal luas dan massif oleh pemilih. Akibat dari begitu kuatnya pemberitaan tentang capres. Dan partai pun terkesan hanya menjual capres saja untuk mendongkarak suara partai.”

LSI Denny JA melakukan survei setiap provinsi di 10 provinsi terbesar (berdasarkan populasi penduduk/pemilih) dimulai serentak pada tanggal 4-14 Oktober 2018.

Survei setiap propinsi menggunakan 600 responden. Dengan margin of error setiap provinsi sebesar 4.1 %. Total responden yang diambil dari 10 propinsi tersebut adalah 6000 responden.

LSI Denny JA juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

kinoy jackson