LSI Network Gelar Acara Ngamen Untuk Galang Dana Korban Gempa Sulteng

Kamis, 1 November 2018

DEKANDIDAT.COM – Kalau biasanya kantor Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA di Jalan Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, selalu meriah dengan acara temuan survei baru terkait berbagai masalah politik. Petang ini suasana justru haru karena ada puluhan anak yatim piatu dan sejumlah seniman menggelar acara ‘Nada dan Doa untuk Palu’.

Kata Denny JA selaku pendiri LSI, acara ngamen yang dilaksanakan di kantornya ini, diprakarsai oleh wartawan yang juga seniman, Jodhi Yudono.

“Mas Jodhi inilah yang memprakarsai terselenggarannya acara ini. Dia mengirim pesan lewat WA. Dia ingin menyatakan kepeduliannya terhadap warga Sulteng yang tertimpa musibah gempa dan tsunami beberapa waktu lalu dengan membuat acara ini,” ujar Denny.

Ditambahkan, acara ngamen ini sengaja diselenggarakan untuk mengumpulkan dana untuk para korban gempa dan tsunami di Sulteng.

Spirit kepedulian membantu sesama saudara itulah, yang mendasari LSI Network menggelar acara tersebut.

Denny JA selaku pimpinan LSI Network mengharapkan, kegiatan seperti ini bisa menjadi virus positif yang menularkan semangat persatuan dan kepedulian.

“Mari kita tanggalkan aneka atribut partai, ormas, kelompok, golongan bahkan agama, untuk satu misi kemanusiaan, yakni membantu sesama saudara sebangsa yang sedang terkena musibah,” ungkap Denny.

Acara Aksi Ngamen dimulai dengan penampilan Jodhi Yudono yang menyanyikan beberapa lagu sambil memainkan gitar khasnya.

Ikut terlibat berkolaborasi cukup meriah sejumlah anak-anak yatim piatu yang menyanyikan lagu anak-anak seperti Ku Petik Bulan Ku.

Kecerian anak-anak dan hadirin itu mulai beranjak sendu saat tiga orang penyair, Narudin Pituin, Nia Samsihono dan Monica Anggo Puspita membacakan beberapa buah puisi.

“Puisi ini kami persembahkan untuk saudara-saudara kita khususnya di Palu, Sulawesi Tengah. Meski hanya puisi, tapi yakin lah bahwa apa yang kami persembahkan ini sebagai ungkapan tulus tentang kesedihan kami, belasungkawa kami dan kepedulian kami,” ungkap Monica.

Usai tiga buah puisi dibacakan, hadirin diajak masuk kedalam suasana yang lebih haru saat sejumlah anak-anak yatim piatu satu persatu maju kedepan untuk membacakan doa bersama sebagai penutup dari rangkaian acara. Saat doa dibacakan, tetesan air mata pun tampak mewarnai wajah-wajah sedih bukan saja hadirin, tapi juga anak-anak yatim yang membacanya.

Toto Izul Fatah sebagai penanggung jawab kegiatan itu menjelaskan, tersebut, terkumpul dana Rp140 juta dari sejumlah perusahaan di bawah LSI Network.

“Meski belum seberapa dibanding dengan besarnya dan banyaknya jumlah korban jiwa, semoga dana yang terkumpul ini bermanfaat untuk membantu meringankan saudara kita di Palu,” ujarnya.

Menurut Toto, karena pertimbangan keterbatasan, dana sebesar itu untuk sementara akan difokuskan pada penanganan bantuan anak-anak yang masiih mengalami trauma akibat musibah tersebut.

kinoy jackson