LSI: Isu Jokowi PKI Sudah Nggak Laku

Kamis, 4 Oktober 2018

DEKANDIDAT.COM – Jokowi tak perlu khawatir bila lawan politiknya berusaha menjatuhkannya melalui isu PKI. Berdasarkan survei terkini LSI Denny JA, isu tersebut sudah tidak laku. Bahkan mayoritas responden (65,8%) menganggap mantan Gubernur DKI Jakarta ini sebagai capres yang paling diyakini konsisten tanpa kompromi memperjuangkan dan mempertahankan Pancasila.

“Isu Jokowi PKI adalah isu lama yang tak laku lagi dijual. Kalau lawan politiknya tetap menggunakan isu tersebut, akan sia-sia,” tukas peneliti LSI Denny JA, Rully Akbar, Kamis (4/10) siang, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur.

Pada survei yang mengangkat tajuk ‘Pilpres dan Kerinduan Publik untuk Indonesia yang Kuat’, publik menilai Jokowi paling konsisten memperjuangkan dan mempertahankan pancasila.

“Sebanyak 65.8% menyatakan Jokowi sebagai calon presiden yang paling diyakini konsisten tanpa kompromi memperjuangkan dan mempertahankan Pancasila. Sedangkan sebanyak 28.7% menyatakan Prabowo sebagai calon presiden yang paling diyakini konsisten tanpa kompromi memperjuangkan dan mempertahankan Pancasila.”

“Publik tak perpengaruh dengan isu tersebut. Mereka berpatokan pada kinerja Jokowi yang telah diperbuat selama menjabat,” lanjutnya.

Dalam waktu 13 tahun publik yang Pro Pancasila menurun 10%. Pada tahun 2005 Pro Pancasila sebanyak 85.2%. Pada tahun 2010 Pro Pancasila turun menjadi 81.7%. Pada tahun 2015 Pro Pancasila turun lagi menjadi 79.4%, dan tahun 2018 pancasila berada di titik terendah selama 13 tahun terakhir di angka 75.3%.

Hal sebaliknya dalam waktu 13 tahun Publik yang Pro NKRI Bersyariah naik sebanyak 9%. Pada tahun 2005 pro NKRI bersyariah sebanyak 4.6%. Pada tahun 2010 sebanyak 7.3%. Pada tahun 2015 sebanyak 9.8%. Dan sekarang 2018 pro NKRI bersyariah diangka 13.2%.

Mengapa publik menginginkan Pancasila menguat? Sebanyak 27.5% menyatakan hanya Pancasila yang dapat membuat pulau dan provinsi yang didominasi agama minoritas tak ingin memisahkan diri dari NKRI. Sebanyak 23.3% menyatakan Pancasila terbukti ampuh merekatkan keberagamanan Indonesia.

Sebanyak 17.8% menyatakan khawatir dengan bangkitnya sektarianisme, paham yang berlandaskan agama tertentu yang mendiskriminasi warga negara atas dasar agama. sebanyak 14.6% menyatakan Pancasila adalah miniatur budaya Indonesia. Sebanyak 6.3% dengan jawaban-jawaban lainnya, dan sebanyak 10.5% yang menyatakan tidak tahu/tidak jawab.

Sementara untuk partai politik, publik menilai PDIP sebagai partai paling potensial menjadi partai kuat menurut publik.

“Sebanyak 34.8% menyatakan PDIP satu-satunya partai sejak pemilu era reformasi yang pernah dipilih diatas 30% (Pemilu 1999). Sebanyak 32.6% menyatakan PDIP konsisten memperjuangkan Pancasila. Sebanyak 24.7% menyatakan kuatnya leadership Ketua Umum. Sebanyak 5.3% menyatakan lainnya, dan 2.6% menyatakan tidak tahu/tidak jawab.”

“Publik juga tak pernah mempersoalkan PDIP yang memiliki anggota mantan keluarga PKI (Tjiptaning). Publik puas dengan kinerja partai pimpinan Megawati Soekarnoputri.”

Adapun definisi Partai Kuat menurut publik adalah, sebanyak 31.5% menyatakan partai kuat adalah partai itu mengakar di hati masyarakat. Sebanyak 25.6% menyatakan partai tersebut didukung/menang diatas 30%. Sebanyak 16.7% menyatakan partai kuat adalah partai yang membawa paham miniatur spektrum politik Indonesia (Nasionalis – Religius).

“Sebanyak 14.8% menyatakan partai kuat adalah partai itu di pimpin tokoh yang kuat (strong leader). Sebanyak 5.3% jawaban-jawaban lainnya, dan yang menyatakan tidak tidak/tidak jawab sebanyak 6.1%. Partai yang kuat adalah partai yang mengakar dihati masyarakat, minimal didukung/menang diatas 30%.”

Survei ini dilakukan pada tanggal 14-22 September 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,9 %. Survei dilaksanakan di 34 propinsi di Indonesia.

LSI Denny JA juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview.

Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

kinoy jackson