Olimpade Catur Dunia ke-43 di Georgia

Indonesia Mulai Hadapi Lawan-Lawan Tangguh

Rabu, 3 Oktober 2018

DEKANDIDAT.COM – Perjuangan Tim Catur Indonesia mulai mendapat tantangan berat. Di babak ke-7 dan ke-8. Indonesia akan menghadapi lawan-lawan tangguh.

“Pada babak ke-7 tim putra Indonesia berhasil memenangi 3 pertandingan di papan 2,3,4 dan ditahan remis pada papan satu dengan perlawanan sengit dari Novendra melawan Jorge Ernesto Giron dari El Savador,” ujar Kristianus Liem, Kapten Tim Catur Indonesia di Olympiade Batumi.

“Sedangkan di kelompok putri, Indonesia dipaksa menyerah dari tim mongolia dengan hanya menyisakan 1 remis dari Ummi Fissabililah melawan Davaademberel Nomin-Erdene,” jelas Kris.

Memasuki pertandingan pada babak ke-8, Tim Putra dan Tim Putri Indonesia mendapatkan lawan yang menantang dan sepadan. Tim Putra Indonesia (unggulan 69) akan berhadapan dengan Tim Tuan Rumah Gerogia 3 (unggulan 65). Sedangkan Tim Putri Indonesia (unggulan ke-48) akan berhadapan dengan tim ‘samba’ Brazil (Unggulan 47).

“Meskipun elo rating tim Brazil unggul sedikit dibanding Indonesia namun tim Putri Indonesia memiliki peluang menang,” Jelas Kris.
“Karena ini pertandingan catur dan bukan sepakbola, peluang untuk menang masih sangat terbuka lebar,” imbuhnya.

Pertandingan yang dijalani tim Indonesia hingga babak ke-8 hari ini menunjukkan bahwa Olypiade Catur memang menjadi kawah candradimuka bagi para pecatur Indonesia. Penantang yang dihadapi Indonesia bukanlah dari negara-negara yang tidak diunggulkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kualitas pemain Indonesia semakin diakui dan mumpuni.

“Tim Olympiade Catur Indonesia telah menunjukkan perjuangan yang luar biasa hingga babak ke-8. SEmakin tangguhnya lawan merupakan peluang terbaik bagi para pecatur Indonesia untuk berlatih,” ujar Chief de Mission Tim Catur Indonesia, R. Artsanti Alif.

“Tentunya kami berharap Tim Indonesia dapat terus mendapatkan kemenangan hingga babak akhir. Namun yang lebih penting dari itu, perjuangan di olympiade di Batumi kali ini merupakan titik pijak melahirkan Pecatur Indonesia Masa Depan yang mumpuni dan diperhitungkan,” tutup Artsanti yang juga menjabat sebagai Head of Social Investment Departemen JAPFA.

kinoy jackson