LSI: Kubu Prabowo-Sandi Diminta Hati-Hati Mainkan Isu Habib Rizieq

Kamis, 27 September 2018

DEKANDIDAT.COM – Kalau tak ingin blunder dan ditinggalkan pemilih, kubu Prabowo-Sandi diminta berhati-hati dalam memainkan isu Habib Rizieq Shihab. Hal demikian dikatakan peneliti LSI Denny JA, Ardian Sofa, Kamis (27/9) siang, di Jakarta.

“Saat ini masyarakat Indonesia sudah cerdas. Mereka bisa menilai masalah yang tengah terjadi. Misalnya soal tudingan mereka terhadap orang kuat di Tanah Air terkait larangan Habib Riziez ke Malaysia. Kalau ternyata berita itu tidak benar, pemilih akan meninggalkan mereka,” tukas Ardian Sofa.

Saat melansir survei terkini LSI Denny JA bertajuk ‘Setelah Ijtimak Ulama 2: Paegeseran Dukungan Capres-Cawapres, di Gedung Rajawali, Rawamangun, Jakarta Timur, Sofa membenarkan bahwa masyarakat Indonesia selama ini cenderung membela orang yang teraniaya atau terzolimi.

“Bisa saja apa yang dilakukan kubu Prabowo-Sandi berhasil menarik banyak pemilih. Namun jika langkah mereka blunder, pemilih justru pindah ke Jokowi-Ma’ruf,” tandasnya.

Dalam survei ini, LSI Denny JA ‘melihat’ ‘The New Prabowo’ yang belakangan gencar diteriakan, ternyata belum populer di masyarakat.

“The New Prabowo sebenarnya bisa menjadi magnet elektoral buat Prabowo. Tapi sejauh ini baru 13 persen masyarakat yang mengenal dan mengetahui slogan The New Prabowo. Jadi slogan tersebut belum populer di masyarakat,” tambah Sofa.

Pada survei ini, LSI melempar 3 pertanyaan kepada masyarakat. Pertama, ‘Apakah bapak-ibu pernah mendengar The New Prabowo?’

Hasil survei menunjukkan 77,8 persen menjawab tidak pernah. Kemudian 13,0 persen pernah mendengar. Sementara yang tidak menjawab 9,2 persen.

Kemudian saat ditanya apakah bapak/ibu suka atau tidak terhadap The New Prabowo? Mayoritas responden, 54,9 persen mengatakan suka, 34,0 persen menjawab tidak suka, sementara 7,1 persen tidak menjawab.

Terakhir, LSI menyodorkan pertanyaan dalam surveinya ‘Apakah akan mendukung Prabowo jika ada isu The New Prabowo?’ Sebanyak 35,50 menyatakan akan mendukung, 33,50 persen sama saja, dan 9,20 persen menjawab tidak mendukung, sedangkan sebanyak 21,80 persen tidak menjawab.

Survei tersebut dilakukan per 14-22 September 2018. Survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah responden 1.200 orang di 34 Provinsi se-Indonesia.

Survei dilakukan dengan wawancara tatap muka responden menggunakan kuesioner. Margin of erornya 2,9 persen.

kinoy jackson