Percasi Kirim 10 Pecatur Terbaiknya Ke Olimpiade Catur Dunia 2018

Rabu, 19 September 2018

DEKANDIDAT.COM – PB Percasi bekerjasama dengan PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAFPA), mengirimkan 10 pecatur terbaik Indonesia untuk ambil bagian di Olimpiade Catur Dunia ke-43 yang akan digelar di Batumi, Georgia, 23 September – 6 Oktober mendatang.

Menurut Ketua Umum PB Percasi, GM Utut Adianto, keberangkatan para pecatur Indonesia kali ini sama sekali tak dibebani target. Apalagi Olimpiade Catur 2018, diikuti oleh 178 negara.

“Mereka ini adalah para pecatur masa depan Indonesia. Kita memberangkatkan mereka ke Olimpiade untuk berbuat semaksimal mungkin. Kita tidak membebani mereka dengan target juara,” ujar Utut Adianto, Rabu (19/9) siang, di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta.

Kata Wakil Ketua DPR RI ini, untuk mendapatkan pecatur masa depan yang handal, diperlukan proses yang panjang. Utut meyakin, pecatur yang akan dikirim ke Georgia akan menjadi andalan Indonesia.

Adapun para pecatur yang dikirim ke Olimpiade Catur Dunia 2018 berjumlah sepuluh orang, terdiri dari lima pecatur putra (Novendra Priasmoro, Sean Winshand, Azarya Jodi, dan Pietra Andyka). Sementara pecatur putrinya adalah Chelsie Monica, Ummi Fisabililah, Santi Nur Abidah, Aaay Aisyiah, dan Samantha Edithso.

Ditambahkan, para pecatur yang dikirim ke Batumi rata-rata berusia belasan tahun. Bahkan Samantha Edithso menjadi pecatur termuda, karena baru berusia 10 tahun.

“Bisa jadi, Samantha menjadi pecatur termuda di Olimpiade kali ini. Kita lihat saja nanti.”

Selain itu, lanjut Utut, pengiriman para pecatur muda ini dimaksudkan agar mereka mampu mengenapkan norma gelar grand master(GM) serta meningkatkan elo rating para pecatur muda Indonesia ini. Menginggat olimpiade catur ini merupakan ajang tertinggi bagi para pecatur dalam kiprah di laga internasional.

Pada Olimpiade kali ini, sejumlah pecatur terbaik Indonesia seperti GM Susanto Megaranto, IM Irene Kharisma Sukandar, dan WGM Medina Warda Aulia harus absen karena harus membela daerahnya di Pekan Olahraga Provinis (Porprov) Jawa Barat.

“PB Percasi tidak bisa memaksakan para pecatur harus tampil pada Olimpiade catur di Batumi Georgia. Semuanya tergantung kepada pecatur yang bersangkutan, mereka menyatakan tidak bisa ikut serta, karena alasan harus tampil di Porprov Jabar,” ungkap Utut, yang juga Wakil Ketua DPR RI itu.

Untuk menghadapi Olimpiade Catur di Batumi, Georgia, PB Percasi telah melakukan persiapan dengan menggelar Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) selama satu pekan di Pusdiklat Kemendiknas, Depok, Jawa Barat, 15-21 September ini.

Tim catur Indonesia ditangani para pelatih yang terdiri dari MN Hendry Jamals, MI Taufik Halay, MN Joseph Majella, dan IMW Lisa Lumongdong.

Selain mengikuti Olimpiade Catur di Batumi Georsia, PB Percasi juga akan mengikuti Kogres Federasi catur Internasional (FIDE) di tempat yang sama, dalam rangka pemilihan Presien FIDE yang baru. Dalam Kongres FIDE tersebut, delegasi PB Percasi akan dipimpin oleh Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri, Poeng Dwi Ambarukmi.

“Kami juga berterima kasih kepada semua pihak yang mendukung tim catur Indonesia yanga akan berlaga pada Olimpiade Catur 2018 di Batumi Georgia. Terima kasih kepada Kemenpora RI, PT Union Sampoerna Triputra Persada (USTP), PT JAPFA, dan Universitas Gunadarma yang menjadi sponsori Tim Indonesia,” pungkas Utut.

PECATUR HARUS SUNGGUH-SUNGGUH

Pada kesempatan ini, Direktur Corporate Affairs Japfa, Rachmat Indrajaya meminta para pecatur yang akan berlaga di Olimpiade Catur 2018, belajar sungguh-sungguh untuk meraih hasil terbaik.

“Kalau kalian ingin mendapatkan hasil yang maksimal, kalian harus belajar sungguh-sungguh. Kalian juga harus bertanding sungguh-sungguh, tak perlu takut menghadapi lawan-lawan nanti,” ujar Rachmat Indrajaya.

“Tadinya saya ingin mendampingi kalian. Tapi karena banyak kesibukan yang harus ditangani, saya tak bisa berangkat mendampingi kalian. Saya berdoa agar kalian bisa sukses di sana,” imbuhnya.

kinoy jackson