LSI: Gara-Gara Jokowi, PDIP Bisa Seperti Real Madrid

Rabu, 12 September 2018

DEKANDIDAT.COM – Dicalonkannya kembali Jokowi sebagai capres pada Pilpres 2019 akan sangat menguntungkan buat PDIP. Kalau diibaratkan Liga Champions, PDIP sama dengan klub sepakbola Real Madrid yang mampu mempertahankan gelarnya sebanya tiga kali berturut-turut.

“Kalau Real Madrid berhasil menjuarai Liga Champions tiga kali berturut-turut, maka PDIP akan menjadi partai pertama yang bisa mempertahankan posisinya di peringkat pertama sebanyak dua kali berturut-turut,” demikian dikatakan Peneliti Senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, Rabu (11/9) siang, di Jakarta.

Saat merilis survei terkini LSI Denny JA bertajuk ‘Berubahnya Dukungan Partai Politik Menjelang 2019’, Adjie menjelaskan bahwa selama ini belum ada parpol di Tanah Air yang bisa menjadi juara dua tahun berturut-turut.

“Pada pemilu 1999, PDIP menjadi pemenang pemilu dengan perolehan suara sebesar 33.7 %. Namun pada Pemilu 2004, PDIP kalah dan Partai Golkar.”

Pada pemilu 2009, Demokrat sebagai partai pendatang baru tampil sebagai pemenang. Namun pada Pemilu 2014, partai besutan SBY ini, dikalahkan partainya Megawati Soekarnoputri.

Sementara berdasarkan survei terkini LSI yang dilakukan Agustus 2018, elektabilitas PDIP sebesar 24.8 %, disusul Partai Gerindra sebesar 13.1%, Partai Golkar (11.3%), PKB (6.7%), Partai Demokrat(5.2%), PKS (3.9 %), PPP (3.2 %), Nasdem (2.2%), Perindo (1.7 %), PAN (1.4 %), dan partai lainnya semuanya dibawah 1 %. Sedangkan publik yang belum memutuskan yaitu sebesar 25.2 %

Survei LSI Denny JA juga menyebutkan, dibandingkan dengan perolehan suara di pemilu 2014, maka hanya dua partai politik yang saat ini elektabilitasnya melampaui perolehan suaranya di pemilu sebelumnya. Kedua partai tersebut adalah PDIP dan Gerindra. PDIP pada pemilu 2014 memperoleh dukungan sebesar 18.95 %, sementara Gerindra yang pada Pemilu 2014 meraih 11.81%, pada Pemilu 2019 diprediksikan bakal meraih 13.1% suara.

“Naiknya suara yang diraih PDIP pada Pemilu 2019 terjadi karena sosok Jokowi sebagai capres. Publik menilai, sosok Jokowi adalah PDIP.”

“Partai politik yang terasosiasi kuat dengan capreslah yang akan mendapatkan berkah yang maksimal. PDIP adalah partai yang paling kuat asosiasinya dengan Jokowi.”

Sementara untuk koalisi Prabowo-Sandi, Gerindra adalah partai yang paling kuat asosiasinya. Oleh karena itu, kedua partai ini, PDIP dan Gerindra, paling potensial menjadi partai utama di Pileg 2019 yang mendapat berkah dari capres yang didukungnya.

Sedangkan Partai Golkar sebagai salah satu partai besar dan pendukung Jokowi-Ma’ruf belum mampu memperoleh berkah dari pencapresan Jokowi, karena dominannya image PDIP sebagai pengusung Jokowi-Maruf.

Survei dilakukan pada tanggal 12-19 Agustus 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,9 %.

Survei dilaksanakan di 33 propinsi di Indonesia (Kalimantan Utara digabung ke dalam Kalimantan Timur).

LSI Denny JA juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

kinoy jackson