LSI: Pelajar dan Orang Kaya Pilih Prabowo-Sandi

Rabu, 5 September 2018

DEKANDIDAT.COM – Kalau tak mau ditinggal pemilihnya, pasangan capres-cawapres yang akan bertarung di Pilpres 2019, hendaknya tak menjadikan media sosial sebagai tempat untuk perang berita hoax.
Begitu salah satu temuan survei dari LSI Denny JA yang dilansir Rabu (5/9) siang, di Rawamangun, Jakarta Timur.

Melalui survei bertajuk ‘Pertarungan Pilpres di Media Sosial’, LSI Denny JA mencatat begitu banyak berita hoax berseliweran di Facebook, Instagram, dan Twitter.

“Seharusnya kubu pasangan yang tengah bertarung, Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi memanfaatkan media sosial untuk memberikan pelajaran berpolitik kepada calon pemilihnya. Mereka jangan menjadikan media sosial untuk menyerang lawannya dengan berita hoax,” kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sofa.

Sofa bercerita, saat Pilgub DKI Jakarta 2017, banyak pengguna medsos yang akhirnya memilih untuk berhenti. Mengapa? Karena mereka ‘melihat’ medsos sudah tidak sehat lagi. Medsos dijadikan sebagai alat untuk menyakiti lawan.

“Jangan sampai kejadian saat Pilgub DKI beberapa waktu lalu terulang lagi. Karenanya, kubu-kubu yang bersaing harus sadar dan tak menjadikan medsos sebagai alat propaganda untuk menyerang lawannya dengan berita hoax, SARA, dsb,” lanjutnya.

Sementara itu berdasarkan survei terkini LSI Denny JA yang dilakukan pada tanggal 12-19 Agustus 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner, Jokowi-Ma’ruf unggul di semua segmen pengguna media sosial yang berafiliasi ke ormas Islam, kecuali di PA 212 dan Ormas lainnya di luar NU dan Muhammadiyah. Unggul di semua segmen usia kecuali pemilih pemula.

“Jokowi-Ma’ruf juga unggul di semua segmen pendidikan kecuali segmen pemilih terpelajar. Jokowi-Ma’ruf juga unggul di semua segmen pendapatan, kecuali pendapatan di Atas Rp3 Juta.”

Untuk pemilih berpendapatan Rp3 juta ke atas, 47,4% memilih Prabowo-Sandi, sementara yang meiliki Jokowi-Ma’ruf 43,4%. Jokowi-Ma’ruf unggul di kelompok pemilih berpenghasilan di bawah Rp1 juta, yakni meraih 50,3% , sedangkan Prabowo-Sandi 29,0%.

“Di kelompok pemilih pelajarm usia 19 tahun ke bawah, Prabowo-Sandi mendapat 44,8%, sedangkan Jokowi-Ma;ruf hanya 33,3%,” ujarnya.

Survei LSI menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,9 %. Survei

dilaksanakan di 33 propinsi di Indonesia.

kinoy jackson