Suara Pemilih Muslim Bergantung pada ‘Perintah’ Habib Rizieq Shihab dkk

Rabu, 22 Agustus 2018

DEKANDIDAT.COM – Kendati Ma’ruf Amin telah dijadikan sebagai wapres, namun bukan berarti suara pemilih muslim secara otomatis akan mendukung Jokowi. Suara pemilih muslim pada Pilpres 2018 sangat bergantung pada keputusan Habib Rizieq Sihab dkk.

Demikian salah satu hasil survei terkini dari LSI Denny JA yang dilansir Selasa (21/8) siang, di Rawamangun, Jakarta.

“Jokowi memang berhasil meredam isu SARA dengan menjadikan Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya. Tapi bagaimana dengan elektabilitasnya? Adanya sejumlah tokoh agama yang tak sejalan dengan Jokowi, membuat elektabilitas pasangan Jokow-Ma’ruf tak bisa langsung meroket,” kata Peneliti Senior LSI Denny JA, Adjie Alfarabi.

Dia menjabarkan, tokoh agama yang dimaksud adalah sejumlah ulama yang sebelumnya bergabung dengan Ma’ruf Amin. Mereka adalah Habib Rizieq Shihab (HRD), Ustad Abdul Somad (UAS), ustad Arifin Ilham, Ustad Yusuf Mansur, dll.

“Banyak pemilih muslim yang sangat bergantung pada mereka. Ini yang membuat suara pemilih muslim sulit mendukung Jokowi-Ma’ruf,” tegasnya.

“Sebelum berpasangan dengan Ma’ruf Amin, Elektabilitas Jokowi di kalangan non muslim 51,7%, setelah berpasangan elektabilitasnya naik menjadi 52,7%. Ini yang harus dipikirkan oleh kubu Jokowi,” ujarnya menyarankan.

Menurut Adjie, bergabungnya Ma’ruf Amin hanya berhasil menutupi lubang soal agama yang selama ini menyerang Jokowi. Namun, Ma’ruf Amin tak mampu menutup lubang lainnya.

“Jokowi memang berhasil meredam isu SARA. Kemungkinan besar serangan yang bakal dialamatkan kubu Prabowo pada Pilpres 2019 melalui isu ekonomi. Sulitnya mendapatkan pekerjaan dan mahalnya harga kebutuhan pokok akan dijadikan isu utama, karena di sini lah Jokowi lemah,” tukasnya.

Lalu bagaimana dengan pengaruh Habib Rizieq terhadap pasangan Prabowo-Sandi?

Adjie memperkirakan, HRS yang kini berada di Arab Saudi akan memberikan ‘perintah’ kepada pemilih muslim di saat-saat akhir menjelang Pilpres 2019 digelar.

Bagi umat muslim yang selama ini menganggap Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, apa yang dikatakan HRS merupakan ‘perintah’ yang wajib dilaksanakan.

“Karenanya, akan kemanakah suara pemilih muslim pada Pilpres 2019, sangat bergantung pada keputusan yang dikeluarkan HRS,” tutupnya.

Survei LSI dilakukan pada tanggal 12-19 Agustus 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner.

Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,9 %. Survei dilaksanakan di 33 propinsi di Indonesia.

LSI Denny JA melengkapi survei dengan penelitian kualitatif dengan metode analisis media, FGD, dan in depth interview. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

kinoy jackson