Kemenpora Gelar ‘Festival Olahraga Anak Usia Dini’ di Mentawai

Rabu, 8 Agustus 2018

DEKANDIDAT.COM – Untuk mengangkat kembali olahraga tradisional, sekaligus memberi ruang gerak motorik terhadap anak-anak usia dini, Kemenpora menggelar Festival Olahraga Anak Usia Dini (Anak Pulau Terluar) di Tuajebat, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, 8-10 Agustus 2018.

“Festival Olahraga Anak Usia Dini bertujuan untuk mengangkat kembali olahraga tradisional dan memberi ruang gerak motorik,” kata Kepala Bidang Usia Dini, Lansia dan Lembaga Pemasyarakatan Kemenpora, Agustin Rien Aryanti, saat acara Bimtek, Kantor Bappeda Mentawai, Rabu (7/8), di Mentawai.

Diperkirakan sebanyak 400 anak usia dinia akan ikut ambil bagian dalam festival yang mengetengahkan permainan dan olahraga tradisional.

Rencananya Bupati Mentawai, Yudas Subaggalet akan membuka festival ini, Kamis (8/8), di Lapangan Jati, Tuajebat, Kepulauan Mentawai.

Sementara itu Asisten Deputi Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus, dr Bayu Rahadian SpKj saat membuka acara Bimtek sangat salut dengan antusiasme pemerintah dan warga Mentawai terhadap festival ini.

“Sungguh luar biasa sambutan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Mentawai terhadap Festival Olahraga Anak Usia Dini ini. Kemenpora mengucapkan terima kasih, mudah-mudahan acara ini berlangsung meriah. Semoga ini bisa dipertahakan sehingga pemberdayaan olahraga ini bisa dipertahankan,” ujar Bayu Rahadian.

Menurut Bayu pelaksanaan festival olahraga anak usia dini pulau terluar ini merupakan salah satu pemberdayaan olahraga. Sekarang ini, banyak masyarakat yang lupa pada olahraga dan alam. Masyarakat lebih asyik dengan gadget-nya..

“Dengan kembali memperkenalkan olahraga maka anak-anak diharapkan mau menggerakkan badan dan mengenal alam. Anak-anak harus kembali bugar sehingga bisa gesit, empati, berani, unggul dan sehat (genius).”

“Pemilihan olahraga tradisional, sesuai dengan pesan Menpora Imam Nahrawai agar jangan melupakan olahraga tradisional. Olahraga yang merupakan kekayaan budaya bangsa Indonesia jangan sampai punah. Jadi perlu digali, dipertahankan dan dikembangkan sehingga bisa mengeliminir pengaruh-pengaruh yang kurang baik dari budaya luar,” tambahnya.

“Penyelenggeraan festival anak pulau terluar ini juga sesuai dengan Program Nawacita Presiden Jokowi yang menggerakan pembangunan dari pulau terluar. Mentawai merupakan daerah terluar Indonesia di Barat. Ini pagar terbarat kita untuk menjaga Indonesia.”

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Dan Olahraga (Kedispora) Mentawai, Desti Seminora mengucapkan terimasih atas perhatian pemerintah melalui Kemenpora untuk menggelar program Festival Olahraga Anak Usia Dini Pulau Terluar.

“Pada festival ini, Kami menampilkan tiga olahraga tradisional, yaitu panahan, sasa dan patok lele. Pesertanya sekitar 400 anak-anak usia dini dari Paud. Mereka akan didampingi oleh 100 orang guru terdiri dari guru Paud, guru TK, dan guru SD,” tukas Desti.

kinoy jackson