Pemilih PSI Lebih Berani Menghadapi Isu Terorisme

Selasa, 31 Juli 2018

DEKANDIDAT.COM – Dari 14 partai politik nasional yang bakal bertarung di Pemilu 2019, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menjadi partai yang paling berani terhadap aksi terorisme. Demikian hasil survei terkini LSI Denny JA yang dilansir, Selasa (31/7) siang, di Jakarta.

“Dari 14 parpol yang bakal mengikuti Pemilu 2019, kekhawatiran para pemilih PSI terhadap aksi terorisme berada di 71,4%. Jauh di bawah Perindro yang mencapai 94,1%, PDIP (88,5%), Gerindra (87,9%), PPP (88,4%), dan Nasdem (84,2%),” ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa saat memaparkan survei terkini bertajuk ‘Isu Terorisme dan Harapan Publik’.

Meskipun tingkat kekhawatiran para pemilih PSI paling rendah dibadingkan parpol lainnya, namun angka 71,4% masih dinilai tinggi oleh Ardian Sopa.

Mengapa para pemilih PSI angkanya lebih rendah? “Itu bisa dikarenakan PSI telah memproklamirkan diri sebagai ‘Partai Gaul’ atau ‘Partainya Anak Muda’, sehingga mereka melihat persoalan terorisme sesuai dengan edukasi yang mereka punya.

Pada dasarnya, lanjut Ardian partai yang pemilihnya teredukasi, mereka bisa melihat sebuah persoalan lebih jernih. Berbeda dengan partai yang pemilih partainya kurang atau tidak teredukasi.

Survei LSI lainnya menyebutkan, publik yang semakin khawatir dengan aksi terorisme berada pada angka 82.0%. Publik yang menyatakan biasa saja 9.3%. Nyaris tidak ada yang menyatakan semakin tidak khawatir, karena angka nya hanya nol koma saja. Sisanya menyatakan tidak tahu tidak jawab.

“Publik yang semakin khawatir dengan aksi terorisme ini jika dilihat dari jenis kelamin, laki-laki maupun perempuan mayoritas semakin khawatir dengan aksi terorisme ini. Sebanyak 80.5% untuk laki-laki, dan 83.5% untuk perempuan. Perempuan sedikit lebih khawatir dibandingkan dengan laki-laki.”

Jika dilihat dari pemeluk suatu agama, di semua pemeluk agama mayoritas merasa semakin khawatir dengan aksi terorisme ini. Diatas 80% semua pemeluk agama, semakin khawatir dengan aksi terorisme.

Untuk segmen pendidikan, memperlihatkan hal yang sama. Apapun jenjang pendidikannya, semakin khawatir dengan aksi terorisme ini. Yang lulus SD atau di bawahnya, Tamat SLTP/Sederajat, tamat SLTA/sederajat diatas 80% menyatakan semakin khawatir dengan aksi terorisme ini.

“Untuk jenjang pendidikan pernah kuliah atau di atasnya, yang semakin khawatir juga mayoritas berada pada angka 76.9%.”

Survei ini dilakukan pada 28 Juni – 5 Juli 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,9 %.

Survei dilaksanakan di 34 propinsi di Indonesia. Kami juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif melalui analisis media, FGD, dan in depth interview. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

kinoy jackson