LSI: Urusan Penumpasan Terorisme, Publik Percaya Penuh Polri

Selasa, 31 Juli 2018

DEKANDIDAT.COM – Meskipun tingkat kepercayaan publik lebih tinggi terhadap TNI, namun untuk urusan pemberantasan terorisme, publik menyerahkannya kepada Polri. Demikian hasil survei terkini LSI Denny JA yang dirilis Selasa (31/7) siang, di Rawamangun, Jakarta Timur.

Berdasarkan hasil survei terkini LSI Denny JA, tingkat kepercayaan publik terhadap TNI mencapai 90,4% atau tercatat sebagai lembaga di Indonesia yang mendapat kepercayaan paling tinggi. Selanjutnya menyusul KPK dengan 89,0% dan Polri (87,7%.).

“Namun berkat kinerja Polri dalam memberantas aksi terorisme selama ini, publik mempercayakan penuh kepada jajaran kepolisian untuk menangani aksi terorisme,” kata peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa.

Melalui survei yang kali ini mengangkat tema ‘Isu Terorisme. Kemampuan Polri menumpas teroris bisa dilihat melalui film ’22 Menit’. Melalui film itu, jajaran Polri dalam tempo 22 menit bisa menumpas aksi terorisme di Jakarta beberapa waktu lalu,” ujarnya menambahkan.

“Artinya, berikan kepercayaan terhadap Polri untuk menumpas aksi terorisme. TNI bisa mem-back up, jika sekiranya Polri membutuhkan bantuan,” tukasnya.

Karena begitu percayanya publik terhadap kinerja Polri, mayoritas publik, mayoritas publik juga mendukung anggaran yang cukup untuk penanggulangan terorisme.

“Sebanyak 51.3% publik setuju kenaikan anggaran bagi aparat hukum dengan tujuan pemberantasan terorisme. Yang menyatakan tidak setuju di angka 24.2%, dan sisanya 24.5% menyatakan tidak tahu/tidak jawab.”

Survei LSI lainnya menyebutkan, publik yang semakin khawatir dengan aksi terorisme berada pada angka 82.0%. Publik yang menyatakan biasa saja 9.3%. Nyaris tidak ada yang menyatakan semakin tidak khawatir, karena angka nya hanya nol koma saja. Sisanya menyatakan tidak tahu tidak jawab.

“Publik yang semakin khawatir dengan aksi terorisme ini jika dilihat dari jenis kelamin, laki-laki maupun perempuan mayoritas semakin khawatir dengan aksi terorisme ini. Sebanyak 80.5% untuk laki-laki, dan 83.5% untuk perempuan. Perempuan sedikit lebih khawatir dibandingkan dengan laki-laki.”

Jika dilihat dari pemeluk suatu agama, di semua pemeluk agama mayoritas merasa semakin khawatir dengan aksi terorisme ini. Diatas 80% semua pemeluk agama, semakin khawatir dengan aksi terorisme.

Untuk segmen pendidikan, memperlihatkan hal yang sama. Apapun jenjang pendidikannya, semakin khawatir dengan aksi terorisme ini. Yang lulus SD atau di bawahnya, Tamat SLTP/Sederajat, tamat SLTA/sederajat diatas 80% menyatakan semakin khawatir dengan aksi terorisme ini.

“Untuk jenjang pendidikan pernah kuliah atau di atasnya, yang semakin khawatir juga mayoritas berada pada angka 76.9%.”

Survei ini dilakukan pada 28 Juni – 5 Juli 2018 melalui face to face interview menggunakan kuesioner. Survei menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,9 %.

Survei dilaksanakan di 34 propinsi di Indonesia. Kami juga melengkapi survei dengan penelitian kualitatif melalui analisis media, FGD, dan in depth interview. Survei ini dibiayai sendiri oleh LSI Denny JA.

kinoy jackson