LSI: Untuk Atasi Kemerosotan Pancasila, Jokowi Layak Gandeng Mahfud MD

Selasa, 17 Juli 2018

DEKANDIDAT.COM – Hasil survei LSI Denny JA yang menyebutkan jumlah warga yang pro Pancasila terus menurun hingga 10 persen sejak 2005, harus disikapi serius oleh Presiden Jokowi dalam memilih cawapres. Sosok yang dinilai layak mengatasi masalah Pancasila adalah Mahfud MD.

“Dalam 13 tahun terakhir, dari tahun 2005 hingga 2018, selama 13 tahun, publik Pro Pancasila mengalami penurunan 10 persen. Jokowi harus memilih sosok yang tepat untuk mengatasi persoalan ini. Figur yang cocok adalah Mahfud MD,” ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, saat memaparkan hasil survei bertajuk ‘Menurunnya Pro Pancasila dan Harapan pada Capres’, Selasa (17/7), di kantor LSI Denny JA, Rawamangun, Jakarta Timur.

Berdasarkan survei LSI Denny JA, tahun 2005, publik yang pro Pancasila angkanya mencapai 85,2 persen. Kemudian, pada tahun 2010, angkanya menurun menjadi 81,7 persen. Pada tahun 2015, angkanya kembali menurun menjadi 79,4 persen. Akhirnya, pada tahun 2018, angkanya turun lagi menjadi 75,3 persen.

“Meskipun masih mayoritas, akan tetapi penurunan 10 persen perlu menjadi perhatian,” tukas Ardian.

Menurutnya, secara personal Mahfud memiliki kelebihan karena berpengalaman sebagai menteri, sebagai anggota DPR, dan sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Selain itu, Mahfud juga dinilai mampu merangkul kelompok Islam untuk meningkatkan elektabilitas Jokowi.

“Kalau Mahfud MD secara figur sudah bagus. Ditambah isu yang kuat maka bisa mendapat perhatian di pemerintahan dan masyarakat jika Mahfud yang dipilih jadi pendamping Jokowi,” ujarnya.

Survei dilakukan pada 28 Juni-5 Juli 2018 dengan metode wawancara tatap muka menggunakan kuesioner. Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden. Adapun margin of error sebesar 2,9 persen. Survei dilaksanakan di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

LSI Denny JA pun melengkapi survei dengan penelitian kualitatif menggunakan analisis media, focus group discussion, dan wawancara mendalam. Survei dibiayai secara mandiri oleh LSI Denny JA.

kinoy jackson