LSI: Menteri Susi Layak Dampingi Jokowi

Rabu, 11 Juli 2018

DEKANDIDAT.COM – Dari sekian banyak tokoh yang digadang-gadang bakal menjadi pendamping Jokowi di Pilpres 2019, LSI Denny JA memprediksikan pemerintahan Jokowi akan menjadi kuat jika cawapresnya adalah Airlangga Hartarto, Mahfud MD, Tito Karnavian, Moeldoko, Susi Pudjiastuti, dan Sri Mulyani.

“Hasil penilaian ahli (expert judgment) menunjukan bahwa cawapres Jokowi mengerucut pada 5 (lima) nama agar pemerintahan Jokowi jika terpilih kembali nantinya bisa menjadi pemerintahan yang lebih kuat. Kelima nama tersebut adalah Airlangga Hartarto, Mahfud MD, Tito Karnavian, Moeldoko, dan Sri Mulyani,” demikian kata peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfaraby, saat memaparkan survei terkini bertajuk ‘Pasangan Capres dan Cawapres Paska Pilkada’, kemarin, di Rawamangun, Jakarta Timur.

Adjie menambahkan, kelima nama ini tidak dirangking, karena punya peluang yang sama dan mewakili spektrum yang berbeda.

“Kelima orang ini memiliki posisi sejajar. Tidak ada ranking 1 sampai ranking 5,” ujarnya.

Kombinasi penilaian ahli digunakan karena seringkali penentuan cawapres tak hanya ditentukan oleh variabel elektoral semata. Expert Judgment LSI Denny JA melibatkan para ahli yang mewakili tiga zona wilayah yaitu Indonesia Barat, Indonesia Tengah dan Indonesia Timur. Expert Judgment adalah tindak lanjut temuan survei agar diseleksi lebih ketat.

Para ahli ini diminta untuk menilai kelayakan para cawapres yang dimasukan namanya dalam survei. Para ahli menilai kelayakan dan peluang para cawapres Jokowi ini dengan landasan utama agar terbentuknya pemerintahan yang kuat (strong government).

Survei LSI yang dilakukan terhadap 1200 responden pada periode 28 Juni-5 Juli 2018.

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling di 33 provinsi Indonesia. Adapun margin of error survei plus minus 2,9 persen. Artinya, angka survei bisa berkurang atau bertambah sebanyak 2,9 persen. Survei ini dibiayai secara mandiri oleh LSI Denny JA.

Elektabilitas Jokowi Menguat

Hasil survei LSI lainnya menyebutkan, sSembilan bulan menjelang Pilpres 2019, dan paska pilkada serentak 2018, Jokowi masih merupakan capres terkuat dan cenderung menguat.

“Jika Pilpres dilaksanakan pada saat survei dilaksanakan, maka elektabilitas Jokowi mencapai 49.30 %. Posisi elektabilitas Jokowi naik jika dibandingkan dengan survei yang sama oleh LSI pada Mei 2018 (sebelum Pilkada).”

“Saat itu, elektabilitas Jokowi sebesar 46.0 %. Meski Jokowi masih teratas dan mengalami tren kenaikan, namun penting dicatat bahwa elektabilitas Jokowi masih dibawah 50%. Sebagai petahana, elektabilitas dibawah 50 % tentunya bukanlah posisi yang aman. Karena artinya banyak pemilih yang masih memilih capres lainnya dan sebagian masih belum menentukan pilihan.”

kinoy jackson