Denny JA Ucapkan Selamat Datang Kepada 10 Gubernur Pemenang Pilkada

Rabu, 27 Juni 2018

DEKANDIDAT.COM – Ketika lembaga survei di Tanah Air masih sibuk menentukan hasil hitung cepat Pilkada Serentak di 171 daerah, Bos Lingkaran Survei Indonesia (LSI), Denny JA, tepat pukul 17.20 WIB telah mengucapkan selamat datang kepada 10 gubernur sebagai pemenang Pilkada.

“Kalau harus menunggu pengumuman dari KPU, pasti lama. Sekitar dua sampai tiga minggu ke depan. Padahal di luar negeri, jika pemilihan dilakukan hari ini, dua sampai empat jam ke depan, hasilnya sudah bisa diketahui. Makanya LSI mengucapkan selamat datang kepada 10 gubernur baru,” kata Denny JA, Rabu (27/6) pertang, di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta.

Mengapa LSI berani mengumumkan sekarang? Denny menjelaskan, LSI telah melakukan lebih dari 200 hitung cepat di Tanah Air dan hasilnya tak pernah salah.

“Berpedoman dari hasil yang telah kita capai itulah, akhirnya kita berani mengucapkan selamat datang kepada Edi Rahmayadi sebagai gubernur baru Sumatera Utara. Juga selamat datang kepada Ridwan Kamil sebagai gubernur baru Jawa Barat, selamat datang kepada Herman Daru sebagai gubernur baru Sumsel, selamat kepada Ganjar Pranowo sebagai gubernur dua periode. Juga selamat kepada gubernur baru lainnya.”

Adapun gubernur baru lainnya yang dinyatakan sebagai pemenang Pilgub melalui proses hitung cepat adalah, Sutarmiji sebagai gubernur Kalbar, Nurdin Abdulah (Sulsel), Zulkiflimansyah (NTB), Murad Ismail (Maluku), Khofifah Indar Parawansa (Jatim), dan Isran Noor (Kaltim).

Denny bercerita, beberapa waltu lalu, dia bersama lembaga survei di Tanah Air sempat kesal karena ada larangan mengumumkan hasil survei tepat pada hari pencoblosan.

“Bersama Aropi, kami memperjuangkan ke Mahkamah Agung. Hasilnya, lembaga survei akhirnya diizinkan mengumumkan pemenang Pilpres atau Pilkada saat hari pencoblosan,” lanjutnya.

Menyoal perebutan suara di Pilpres atau Pilkada, Denny JA menjelaskan, yang terjadi di Indonesia, migrasi suara selalu terjadi di dua minggu menjelang pencoblosan.

“Partai yang bisa memanfaatkan peluang tersebut di dua minggu terakhir, maka mereka berpeluang memenangkan Pilpres atau Pilkada. Karena di Indonesia, tak ada pemilih yang setia pada tokoh atau partai. Mereka selalu mengikuti perkembangan isu.”

kinoy jackson