Putri Indonesia 2015 Ajak Pemenang Pilkada Jatim Rangkul Kaum Muda

Kamis, 21 Juni 2018

DEKANDIDAT.COM – Putri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri berpesan kepada siapa pun yang nantinya memenangkan Pilkada Jatim, hendaknya memberikan porsi khusus kepada kalangan generasi muda. Selain untuk mencari masukan, sekaligus untuk menjauhkan kaum muda dari berbagai aksi radikalisme.

“Siapa pun yang nantinya terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Jatim, kebetulan mereka masih berusia muda, hendaknya menyempatkan diri untuk sesering mungkin berkumpul dengan kaum muda. Selain untuk mencari masukan, lewat acara kumpul-kumpul, mereka bisa mengarahkan kaum muda ke jalur positif, sehingga terhindar dari berbagai aksi radikalisme,” kata Anindya usai mengikuti acara Halal Bihalal di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Kamis (21/6) siang.

Mengapa pemimpin Jatim harus sering bertemu langsung dengan kaum muda? Karena mereka harus tahu sendiri berbagai masalah yang saat itu tengah dihadapi wargannya, khususnya kaum muda.

“Kalau cuma mendengar laporan dari bawahannya, mereka tak akan mendapat data yang lengkap. Padahal untuk membuat sebuah kebijakan, seorang pemimpin harus mengetahui duduk persoalan secara utuh dan mengetahui langsung dari sumbernya,” tukas Anin.

Pilkada Serentak akan berlangsung 27 Juni mendatang. Khusus di Jatim, ada dua pasangan yang akan bertarung, yakni Khofifah Indar Parawansa/Emil Dardak vs Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

Lebih jauh wanita cantik bertinggi badsan 175 cm ini berharap, pasangan yang nantinya memenangkan Pilkada hendaknya tidak merasa jumawa untuk kemudian merendahkan pasangan yang kalah.

“Sebaliknya kepada pasangan yang kalah jangan berkecil hati untuk kemudian menjelek-jelekan kinerja pasangan pemenang Pilkada. Akan lebih baik jika mereka bekerja sama untuk membangun wilayahnya,” ujarnya menambahkan.

“Misalnya, pasangan yang kalah nantinya tak hanya mengkritik, tapi juga memberi masukan kepada mereka yang menang, sehingga suasana di Jatim akan terus kondusif. Jangan sampai gara-gara Pilkada, jadi terkotak-kotak,” imbuhnya.