Pasangan RINDU Sementara Memimpin

LSI Denny JA: Pemenang Pilgub Jabar Masih Bergantung pada Soft Supporter

Kamis, 21 Juni 2018

DEKANDIDAT.COM – Pilgub Jabar tinggal sepekan lagi. Persaingan ketat terjadi antara pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) vs Deddy Mizwar – Dedi Mulyadi (Dua DM). Namun siapa yang bakal keluar sebagai pemenang sangat tergantung pada suara yang belum menentukan (soft supporter) sebesar 39%.

Demikian survei terkini Citra Komunikasi LSI Denny JA terkait preferensi pemilih pada Pilkada Jawa Barat 27 Juni 2018, yang dilansir Kamis (21/6) siang, di Bandung, Jabar.

“Saat ini pasangan Ridwan Kamil – Uu Ruzhanul Ulum (RINDU) meraih 38,0% suara, disusul pasangan Deddy Mizwar –Dedi Mulyadi (Dua DM) sebesar 36,6%. Namun siapa pemenangnya sangat bergantung pada soft supporter sebesar 39 persen,” kata Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah.

Jika merujuk pada survei LSI Denny JA sebelumnya ( Maret 2018), kedua pasangan ini, RINDU dan Dua DM sama sama mengalami penurunan. Sebelumnya, Dua DM unggul tipis dengan 43,2% disusul RINDU dengan 39,3%. Pada survei terbaru ini, RINDU yang juga turun 1,3% mulai menyalip Dua DM yang turun sekitar 6%.

“Dari data yang seperti ini masih sulit untuk dibilang siapa pemenangnya karena keunggulan RINDU masih dalam margin of error 4,8%. Termasuk, dukungan yang tersebar di aneka segmen demografis pun seperti suku, agama, usia, pendidikan, tingkat penghasilan, pemilih partai, masih belum merata pada kandidat tertentu,” lanjut Toto.

“Kedua pasangan ini masih sangat mungkin berkejaran saling salip, tergantung pada kemampuan dan kecerdasan masing-masing dalam memanfaatkan sisa waktu kurang lebih 7 hari ini untuk merebut lahan tak bertuan (soft supporter) sebesar 39%. Siapa yang bisa mengambil suara terbanyak dari soft supporter ini, mereka lah pemenangnya. Khususnya, tentu dua pasangan bernomor urut 1 dan 4 ini.”

Sementara, dua pasangan lainnya, Hasanudin-Anton (HASANAH) yang naik menjadi 7,7% dan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (ASYIK) yang juga naik sedikit menjadi 8,2%, cukup sulit untuk bisa menyalip RINDU dan DUA DM dalam waktu yang tinggal 7 hari ini. Kecuali, terjadi tsunami politik atau money politik yang massif. Meskipun, keduanya sama-sama punya tren naik.

“Kenaikan elektabilitas pasangan ASYIK dan HASANAH, meskipun belum signifikan, disumbang oleh kenaikan wakil masing-masing, yaitu Ahmad Syaikhu dan Anton Charliyan dengan kenaikkan skitar 2% sampai 3%,” ujarnya menjelaskan.

Sementara, pasangan RINDU yang sekarang memimpin tipis disumbang oleh wakilnya, Uu Ruzhanul Ulum yang mengalami kenaikan baik pengenalan (30% menjadi 37%) maupun elektabilitas personalnya dari 16% menjadi 18,4%. Terjadi sebaliknya pada Dedi Mulyadi yang semula unggul dan penyumbang terbesar elektabilitas Dua DM mengalami penurunan elektabilitas personalnya dari 38% menjadi 33%.

Meskipun tidak dipotret secara khusus lewat survei kualitatif (FGD), alasanan penurunan Dua DM, khususnya Dedi Mulyadi diduga lebih karena mulai massifnya kampanye hitam (negative campaign) terhadap Dedi Mulyadi.

Namun, Dua DM pada saatnya bisa saja diuntungkan oleh kecendrungan prilaku pemilih di lapis grassroot yang tidak tersentuh kampanye hitam karena terbatasnya akses publik terhadap media dan medsos, juga masyarakat bawah yang belum kenal tiga pasangan lainnya kecuali Deddy Mizwar melalui iklan dan sinetron di TV. Sehingga, saat memilih nanti, mereka tahunya hanya Deddy Mizwar, tidak yang lainnya.

DEBAT KANDIDAT

Selain elektabilitas dan distribusi segmen demografis, survei LSI Denny JA kali ini juga memotret pertanyaan seputar Debat Kandidat dan Isu #2019Ganti Presiden. Dua isu ini penting untuk melihat seberapa besar pengetahuan publik dan pengaruhnya terhadap elektabilitas pasangan calon.

Hasilnya? Sebanyak 73,4% publik di Jawa Barat tidak mengetahui dan tidak menyaksikan debat kandidat di televisi yang sudah disiarkan. Hanya 26,6% saja publik yang mengetahui dan menyaksikan. Saat ditanyakan kepada mereka, siapakah pasangan yang unggul dalam debat tersebut, sebesar 30,8% publik mengungulkan RINDU, 25,6% Dua DM yang unggul, sebesar 6% untuk pasangan ASYIK dan 3,4% untuk HASANAH.

Apakah dari mereka yang mengunggulkan pasangan tertentu dalam debat tersebut otomatis memilihnya, survey LSI memang tidak memotretnya lebih detil. Namun jika dilihat dari urutan elektabilitas pasangan, mulai dari RINDU sampai HASANAH, sepertinya ada kaitan antara persepsi mengunggulkan dalam debat itu dengan pilihan. Misalnya, RINDU yang memimpin elektabilitas dipersepsi tertinggi oleh 30,8% yang mengunggulkan. Disusul Dua DM dengan 25,6%, ASYIK dan HASANAH.

Khusus untuk isu #2019Ganti Presiden, sebanyak 53,6% publik di Jawa Barat mengetahui dan 46,4% mengaku tidak tahu.

“Saat ditanya apakah bapak/ibu setuju, cukup setuju, kurang setuju dan tidak setuju sama sekali terhadap isu tersebut, sebesar 34,1% mengaku setuju, 14,1% sangat setuju (jika digabung menjadi 48,2% setuju), 20,5% kurang setuju 9,1% tidak setuju sama sekali. 22,2% mengaku tidak tahu dan tidak jawab,” tukasnya.

Survei dilakukan pada 7 Juni – 14 Juni 2018 dengan menggunakan metode standard: multi stage random sampling, dimana seluruh pemilih Jawa Barat dipilih secara random dan wawancara tatap muka. Jumlah responden 440, dengan margin of error sebesar 4.8%.

kinoy jackson