2 Hari Jelang Lebaran, Calon Bupati Bogor Kembali Didemo

Rabu, 13 Juni 2018

DEKANDIDAT.COM – Gara-gara mencantumkan gelar Sarjana Ekonomi (SE) di spanduk dan kertas suara Pilkada, calon Bupati Bogor no urut 3, Ade Ruhandi, kembali didemo oleh sejumlah massa yang menamakan dirinya, Gerakan Pemuda Anti Ijazah Palsu (GPAIP), Rabu (13/6) siang, di kantor KPUD Provinsi Jawa Barat.

Sebelumnya pada Senin (12/6) kemarin, massa sempat melakukan pertemuan dengan KPUD Kabupaten Bogor. Namun hasil yang mengecewakan membuat Raden dkk menggeruduk kantor KPUD Jawa Barat.

“Aksi ini merupakan respons dari tidak adanya titik temu antara Gerakan Pemuda Anti Ijazah Palsu KPUD Kabupaten Bogor,” kata Ketua GPAIP, Raden.

Sebelumnya pada 10 November 2017, Ade Ruhandi diduga melakukan legalisir ijazah dan transkrip nilai. Namun ketika Gerakan Pemuda Anti Ijazah Palsu bersama Ketua KPUD Kabupaten Bogor mengkonfirmasi legalisir tersebut kepada pihak Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi-Bisnis (STIEB) Jakarta, Senin (11/6), pihak kampus menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengeluarkan, membuat, atau mengesahkan legalisir atas nama Ade Ruhandi.

KPUD Bogor menjelaskan, calon bupati nomor urut 3 tidak mendaftarkan pencalonannya dengan menggunakan ijazah S1, melainkan Ijazah SMA.

Namun, Gerakan Pemuda tetap menganggap hal itu sebagai kesalahan, sebab nama yang bersangkutan dalam spanduk dan kertas suara mencantumkan gelar SE.

“KPUD Provinsi Jawa Barat dan KPUD Kabupaten Bogor serta lembaga penyelenggara pemilu lainnya harus selektif dan berintegritas dalam meloloskan berkas administrasi Calon Kepala Daerah,” tegas Raden.

Sementara itu Pilkada serentak akan dilaksanakan pada 27 Juni mendatang.

kinoy jackson