Menangkan Jokowi, LSI Denny JA Luput dari ‘Serangan’ Kubu Prabowo

Senin, 21 Mei 2018

DEKANDIDAT.COM – Entah karena tertelan oleh berita aksi terorisme di sejumlah daerah, yang pasti hasil survei yang diluncurkan LSI Denny JA tak dibuli oleh kubu Prabowo Subianto. Padahal lembaga survei yang satu ini siap dibuli oleh lawan politik Jokowi.

“LSI Denny JA siap dibuli. Mudah-mudahan dengan perbedaan angka yang sangat tipis, Jokowi meraih 46 % vs Prabowo dkk (44,7 %), kita tak akan dibuli,” kata peneliti senior LSI Denny JA, Adjie Alfarabi.

LSI Denny JA memang cerdik. Mereka tidak menyebutkan elektabilitas Prabowo berdiri sendiri, seperti yang dilakukan lembaga survei lainnya.

Pada survei kali ini, elektabilitas Jokowi yang meskipun berada di bawah 50% (46%), namun masih bisa mengalahkan elektabilitas Prabowo sekalipun digabungkan dengan 12 calon presiden lainnya.

“Mayoritas responden paling banyak menjawab Jokowi. Jokowi unggul dengan 46%. Sedangkan calon lain, kalau ditotal 44,7%. Ini gabungan dari elektabilitas para capres yang lain. Ada 13 nama yang kita masukkan, ada Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, AHY (Agus Harimurti Yudhoyono), ada Muhaimin Iskandar, dan nama-nama yang lain. Sementara yang belum menjawab ada 9,3%,” lanjutnya.

LSI Denny JA juga tidak merinci elektabilitas ke-12 nama capres lauinnya.

“Tentunya sebagai petahana elektabilitas di bawah 50% bukanlah angka yang nyaman. Karena sebagai petahana harusnya minimal elektabilitas Jokowi di atas 50%,” ujarnya.

Sementara itu selisih elektabilitas Jokowi dengan capres lain hanya 2%. Hal itulah yang membuat LSI Denny JA menyimpulkan, meski masih menjadi yang terkuat, elektabilitas Jokowi masih goyah.

“Kita lihat tokoh-tokoh lain elektabilitasnya masih rendah. Tapi kalau kita total itu mencapai 44,7%. Artinya ada 44,7% pemilih atau responden yang tidak memilih Jokowi. Ada nama yang lain. Kalau kemudian tokoh ini kemudian bergabung, pemilih di luar Jokowi ini digabung, ini selisihnya cuma 2 persen dengan Jokowi. Jadi selisih dari elektabilitas antara Jokowi dengan calon-calon lain hanya 2% kalau digabung,” tambahnya.

Yang harus diperhatikan, masih ada waktu 11 bulan untuk meningkatkan elektabilitas. Jadi, masih ada kesempatan bagi capres lain untuk menggeser elektabilitas Jokowi.

“Waktu masih 11 bulan. Selisihnya hanya dua persen. Sehingga meski terkuat, namun Pak Jokowi masih goyah dari segi elektabilitasnya,” tukasnya.

kinoy jackson