LSI: SBY, Prabowo, Amien Rais, Gatot Bersatu, Bisa Mengalahkan Jokowi

Senin, 14 Mei 2018

DEKANDIDAT.COM – Kalau ingin memenangkan Pilpres 2019, seluruh lawan politik Jokowi disarankan untuk bersatu. Kalau kekuatan oposisi terpecah-pecah, Jokowi sulit dikalahkan.

Demikian hasil survei terkini Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA yang kali ini mengangkat tajuk ‘Mengapa Jokowi Kuat, Namun Semakin Lemah?’, Senin (14/5) siang, di Rawamangun, Jakarta Timur.

“Saat ini elektabilitas Jokowi 46,0 persen. Meskipun masih berada di bawah 50 persen, namun 13 capres penantang Jokowi, jika elektabilitasnya digabungkan baru mencapai 44,7 persen. Saat ini, Jokowi sangat kuat,” tandas peneliti LSI Denny JA, Adjie Alfaraby.

LSI Denny JA melakukan survei sejak 28 April – 5 Mei dengan melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi. Metode survei yang digunbakan multi stage random sampling, margin errornya berada di kisaran plus minus 2,9 persen.

Dijelaskan, dari ke-13 nama capres tersebut, di antaranya ada Prabowo Subianto, Gatot Nurmantyo, AHY, TGB, dan Anies Baswedan.

Berdasarkan surveinya, LSI Denny JA menemukan ada lima penyebab yang menjadikan posisi Jokowi kuat namun goyah. Kelima temuan tersebut adalah attacking kampanye yang dilakukan sejak sebulan terakhir ini melalui #2019 Ganti Presiden.

“Saat ini sudah 50,8 % publik yang tahu dengan gerakan massif ini. Meskipun hingga saat ini baru 27 % yang setuju 2019 Ganti Presiden,” lanjutnya.

Temuan lain yang bakal menjadi ganjalan berat Jokowi adalah soal tenaga kerja asing (TKA), Susahnya mencari lapangan kerja, Jokowi tidak populer di kalangan pemiloih Islam, dan tipisnya perbedaan persentase antara Jokowi menang (32,28 %), dengan jokowi bisa dikalahkan (28,02 %).

“Kalau mereka ingin mengalahkan Jokowi, ingin seperti yang terjadi di Malaysia, maka SBY, Prabowo, Amien Rais, dan Gatot Nurmantyo harus bersatu,” ujarnya.

Mengapa nama Gatot ikut masuk? Karena jika kubu oposisi tetap mengandalkan Prabowo sebagai lawan Jokowi, hasilnya kemungkinan besar tak akan berbeda jauh dengan Pilpres 2014.

“Karenanya, Prabowo bisa saja memberikan kepercayaan kepada Gatot untuk maju menjadi capres. Kalau Prabowo melakukan hal tersebut, maka suara pendudukung Prabowo akan pindah ke Gatot, plus Gatot akan memperoleh dukungan dari orang-orang yang kecewa pada Jokowi,” sergahnya.

“Apa yang dilakukan partai oposisi di Indonesia, harus mencontoh langkah Mahatir Muhammad dengan Anwar Ibrahim. Meskipun semula mereka berseberangan, namun untuk mengalahkan Najib Razak, keduanya bersatu.”

kinoy jackson