LSI: Dihajar Aksi Bom Bunuh Diri, Elektabilitas Jokowi Merosot

Senin, 14 Mei 2018

DEKANDIDAT.COM – Meskipun saat ini unggul telak dari lawan-lawannya, elektabilitas Jokowi dipastikan bakal merosot tajam jika pemerintahannya gagal memberikan rasa nyaman menyusul aksi bom bunuh diri di Jawa Timur.

Adalah peneliti senior Lingkaran Survei Indoneasia (LSI Denny JA), Adjie Alfaraby saat melansir survei terkini bertajuk ‘Mengapa Jokowi Kuat, Namun Semakin Lemah?’, Senin (14/5) siang, di Rawamangun, Jakarta Timur.

“Saat ini Jokowi punya PR besar di sisi ekonomi. Salah satunya soal sulitnnya mencari kerja. Kini dengan adanya aksi bom bunuh diri di Jawa Timur, Jokowi dituntut untuk segera menuntaskannya. Jika dia lamban atau gagal mengatasi masalah ini, maka publik akan merasa tidak nyaman. Imbasnya, elektabilitas Jokowi bakal merosot,” tegas Adjie.

Seperti diberitakan, sejak Minggu (13/5) kemarin, telah terjadi lima kali aksi bom bunuh diri di Jawa Timur, yakni tiga aksi bom bunuh diri di tiga gereja, bom di perumahan Wono Colo, Sidoarjo, dan terakhir pukul 8.50 WIB, aksi bom bunuh diri di Mapolresta Surabaya, Jawa Timur.

“Karena survei yang kita lakukan sejak 28 April – 5 Mei, praktis aksi bom bunuh diri belum masuk di survei. Namun publik akan merasa tak nyaman dan tak tertutup kemungkinan akan mencari presiden yang bisa memberikan rasa nyaman,” ujarnya melanjutkan.

Survei LSI yang melibatkan 1.200 responden di 34 provinsi dengan menggunakan metode survei, multi stage random sampling, margin errornya berada di kisaran plus minus 2,9 persen.

Saat ini elektabilitas Jokowi sebagai petahana berada di 46,0 %, sementara elektabilitas saingannya sebanyak 13 orang, mulai dari Prabowo, Gatot Nurmantyo, Anies Baswedan, TGB, AHY, dll, jika digabungkan hanya mencapai 44,7%.

Dengan elektabilitas di bawah 50%, LSI melihat posisi Jokowi masih belum aman untuk menghadapi Pilpres 2019.

kinoy jackson