Deputi I Kemenpora Bertekad Mengembalikan Kejayaan PPPON Cibubur

Senin, 9 April 2018

DKANDIDAT.COM – Deputi I Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora bertekad mengembalikan kejayaan Pusat Pemberdayaan Pemuda dan Olahraga Nasional (PPPON), Cibubur.

Hal demikian dikatakan Deputi I Kemenpora, Prof Faisal Abdullah, usai menyaksikan serah terima jabatan (Sertijab) di lingkungan Deputi I, Senin (9/4) siang, di Cibubur, Jakarta Timur.

“Mengapa Sertijab di lingkungan Deputi I diadakan di sini? Karena kami ingin mengembalikan kejayaan PPPON yang sekarang meredup. Kita harus memberdayakan kembali tempat ini,” tegas Faisal berapi-api.

Untuk menggapai ambisinya itu, dia mengajak seluruh jajarannya di Deputi I, khususnya yang ditugaskan di PPPON, bisa bekerja maksimal.

“Untuk mengembalikan kejayaan PPPON, kita harus banyak membuat kegiatan-kegiatan yang membanggakan, berkarakter, sehingga mampu membuat nama Kemenpora menjadi baik,” tambahnya.

“PPPON ini sempat puluhan tahun sebagai kawah candradimuka penggemblengan kepemimpinan tunas muda harapan bangsa,” lanjutnya, mengenang masa kejayaan PPPON yang terkenal karena menjadi tempat berbagai program dan perhelatan pembinaan pemuda nasional.

Guna mengembalikan marwah PPPON sebagai ikon Pemuda, Deputi 1 bertekad menjadikan tempat yang menyediakan berbagai fasilitas tersebut, sebagai model Sentra Pemberdayaan Pemuda (SPP) tingkat nasional.

Sehingga dapat menjadi rujukan terbentuknya SPP di daerah. Inilah sebuah semangat baru dalam mendorong tercipta pola pembangunan kepemudaan yang kuat.

“Insya Allah salah satu pola pembangunan itu adalah SPP yang memang nomenklaturnya terpatri pada penjelasan UU Kepemudaan. Jadi, sisi legalitasnya sudah kuat sekali. Apalagi kini telah dipertajam dengan telah lahirnya dua Permenpora yang telah berkaitan dengan SPP itu,” tukas Faisal.

Dalam konteks pembangunan pemuda, Deputi 1 juga mengingatkan pentingnya semua jajaran pejabat dan pegawai di Kedeputian 1 untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi serta kemampuan berinovasi  dalam mencari terobosan-terobosan baru mengembangkan pola pemberdayaan pemuda di era milineal.
“Anggaran yang ada pada APBN misalnya, dapat menjadi stimulan untuk mendorong kontribusi dana non APBN (CSR, swasta, masyarakat/LSM) dalam mempercepat pencapaian target-target kinerja pemberdayaan pemuda tingkat nasional dan daerah,” tambah Faisal.
Digital Inovation Lounge (DILO) yang sudah ada di Kantor Kemenpora hasil kerjasama dengan Telkom dan diresmikan Menpora beberapa waktu lalu, lanjut Deputi 1, juga bisa dimanfaatkan oleh pegawai Kemenpora untuk belajar dan menempa kualitas diri. DILO yang sudah ada di 18 lokasi di Indonesia, tidak lain juga merupakan salah satu model SPP yang dapat menjadi hub pengembangan SPP khususnya yang berasis pada teknologi informasi dan komunikasi, di berbagai daerah.
Kerja sama dan sinergi Kemenpora dengan berbagai pihak untuk menghadirkan SPP sebagai pola pembangunan pemuda  memang terus terus didorong dan digalakkan. Baik dengan pemerintah daerah, BUMN mapun pihak swasta.

Sementara itu Hj Suryati, Kepala PPPON yang baru saja dilantik, menyambut baik dijadikannya PPPON sebagai tempat sertijab ini.

“Ayo kita revitalisasi PPPON. Saya siap jika pimpinan dan semua pemangku kepentingan mengangkat PPPON, sebagai National Youth Center misalnya” kata Suryati penuh semangat.

Sertijab yang melibatkan 23 pejabat eselon 2 hingga 4 ini disaksikan oleh Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora, Asrorun Niam dan Staf Ahli Menpora Bidang Ekonomi Kreatif, Jonni Mardizal.

Pada kesempatan itu, Staf Ahli Menpora Bidang Ekonomi Kreatif, Jonni Mardizal menambahkan, banyak kader yang lahir dari PPPON dengan berbagai programnya, antara lain TANASDA, TARPADNAS, PPBN. Bahkan Paskibraka dan Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN).

Sedangkan Deputi II Kemenpora, Asrorun Niam dalam waktu dekat akan membuat perhelatan akbar kepemudaan di PPPON Cibubur.

“Pada 2 Mei nanti, kita akan dilaksanakan pertemuan pemuda tingkat ASEAN. Kegiatan kepemudaan pelajar ini dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional dan melibatkan organisasi yang berbasis pelajar seperti PMII, IMM dan lainnya, aka dihadiri sekitar 5000 pemuda,” jelas Niam.

kinoy jackson