Kemenkumham Siap Seret Perusahaan Yang Gunakan Logo Asian Games Tanpa Izin

Senin, 26 Maret 2018

DEKANDIDAT.COM – Kemenkum HAM mengancam akan menyeret perusahaan-perusahaan nakal yang memanfaatkan logo Asian Games tanpa seijin Inasgoc.

Demikian ditegaskan Kepala Sub Direktorat Perencanaan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kemenkum HAM RI, Adel Chandra, Senin (26/3) siang, di Jakarta.

Tampil sebagai pembicara pada Seminar Anti Ambush Marketing yang digelar di Hotel Haris, Senayan, Jakarta, Adel menyebutkan bahwa Inasgoc telah mendaftarkan logo Asian Games ke DJKI.

“Karena Inasgoc telah melakukan langkah yang tepat, mendaftarkan logo Asian Games ke DJKI, maka siapa pun yang melakukan ambush marketing terhadap logo Asian Games tanpa seijin Inasgoc, menjadi urusan dan tanggung jawab kami,” tegasnya.

Namun, DJKI terlebih dulu melakukan langkah persuasif terhadap perusahaan-perusahaan nakal yang menggunakan logo Asian Games tanpa seijin Inasgoc.

“Pertama, kami akan memberikan somasi ke-1, ke-2, dan ke-3. Kalau mereka tetap bandel, maka DJKI akan menyelesaikannya melalui jalur hukum berupa gugatan perdata.”

Selain logo Asian Games, penyebutan kata-kata seperti Ikut Menyukseskan Asian Games atau Mendukung Asian di produk perusahaan bersangkutan, juga dinilai telah melakukan kesalahan.

Ambush marketing merupakan istilah kepada perusahaan atau merk yang mencoba mengaitkan diri dengan sebuah event atau persona tanpa perusahan atau merek itu melakukan pembayaran dan mendapatkan hak sponsorship dari event atau persona tersebut.

Sementara itu Direktur Revenue Inasgoc, Hasani Abdulgani masih memberi kesempatan kepada perusahaan yang telah menggunakan logo Asian Games tanpa ijin, untuk bergabung secara resmi.

“Saat ini kami masih menghimbau kepada mereka jika ingin menggunakan logo Asian Games, sebaiknya menghubungi Inasgoc yang ada di Jakarta,” ujarnya.

Diakuinya, hingga saat ini ada sejumlah perusahaan yang telah menggunakan logo Asian Games. Namun Hasani menyebut jumlahnya sangat sedikit.

“Saya melihat, perusahaan yang telah menyalahgunakan penggunaan logo Asian Games adalah perusahaan kecil. Mereka sepertinya belum mengerti akan peraturan soal penggunaan logo Asian Games, dll.”

Lebih jauh dia mengatakan, Ambush Marketing akan merugikan brand yang menjadi sponsor resmi Asian Games 2018.

Melalui media massa, Inasgoc terus berupaya mensosialisasikan ancaman tersebut agar dapat membantu menyebar edukasi ini kepada masyarakat.

Untuk Asian Games, ambush marketing dapat merugikan Inasgoc yang tengah gencar mengumpulkan pemasukan.

“Selain ditargetkan untuk mencari dana dari pihak ketiga atau sponshorship, kami juga harus menjaga kepercayaan pihak ketiga yang telah bergabung menjadi bagian Asian Games 2018. Per hari ini, ada 34 sponsor dengan lima tingkatan yang angka sponsorshipnya bervariasi.”

Persoalan ini kerap menjadi dur dalam setiap event-event besar olahraga berlangsung. Tak hanya Asian Games 2018, ambush marketing juga menjangkit gelaran Olimpiade dan Piala Dunia.

Ia menegaskan, Inasgoc siap membawa jalur ini ke ranah hukum jika memang ada pihak-pihak tertentu yang tetap melakukan praktik tersebut.