SDI: Airlangga Hartarto Paling Tepat Dampingi Jokowi

Rabu, 28 Februari 2018

DEKANDIDAT.COM – Setelah dicapreskan oleh sejumlah partai politik, yakni PDIP, Golkar, Hanura, Nasdem, dan PPP, Jokowi tinggal memilih wakilnya. Dari sekian banyak tokoh, Airlangga Hartarto diyakini menjadi bakal menjadi sosok yang tepat mendampingi mantan gubernur DKI Jakarta tersebut.

Hal demikian dilontarkan Direktur Eksekutif Sinergi Data Indonesia (SDI), Barkah Pattimahu, Rabu (28/2) siang, di Jakarta.

Sejauh ini muncul sejumlah nama yang dinilai cocok menjadi orang nomor dua di Indonesia untuk disandingkan dengan Jokowi, yaitu Muhaimin Iskandar (ketum PKB), Anies Baswedan (gubernur DKI Jakarta), Rommy Romahurmuzy (ketum PPP), Agus Harimurty Yudhoyono (putra SBY), TGH Zainal Majdi (Gubernur Nusa Tenggara Barat), dan Airlangga Hartarto (ketum Golkar).

Dia memperkirakan Pilpres 2019 akan memunculkan 2 sampai 3 poros capres. Poros pertama kemungkinan terdiri dari partai-partai koalisi yakni Nasdem, Golkar, PPP, Hanura, dan PDIP.

“Poros kedua adalah partai-partai di bawah kendali Gerindra dan PKS. Dua partai ini ingin melanggengkan perjuangan pada Pilpres 2014,” ujar Barkah.

Sedangkan partai-partia yang kini terlihat masih belum menentukan sikap secara jelas seperti PKB, PAN, dan Demokrat, berpeluang membentuk poros ketiga.

“Jika mengacu pada formasi ini, maka wapres pilihan Jokowi ada pada koalisi pertama. Calon kuatnya adalah Airlangga Hartarto.”

Mantan peneliti LSI Denny JA ini menilai, Airlangga Hartarto mempunyai sejumlah kriteria yang patut diperhitungkan, di antaranya modal politik sebagai ketua umum Partai Golkar.

“Airlangga juga memiliki track positif sebagai politisi. Dia dikenal bersih, belum tercemar namanya. Dia juga disebut-sebut sebagai representasi pemimpin muda,” tambahnya.

Airlangga juga memenuhi kriteria good looking sebagai calon pemimpin. Selain itu, pengalaman yang cukup di pemerintahan, makin menambah nilai plus Airlangga di mata Jokowi.

“Jokowi tentu menghargai Golkar yang sejak awal mendukungnya, dan konsisten sampai saat ini.”

Secara politik SDI ‘melihat’, terpilihnya Airlangga sebagai ketua umum Golkar, mendapat restu istana. Ini juga menjadi sinyal politik yang harus diketahui publik.

Lalu apakah tokoh lain tidak punya peluang sebagai pendamping Jokowi?

“Tentu cawapres lain punya peluang.. Cak Imin bisa dikatakan sebagai salah satu cawapres yang potensial diambil Jokowi.
Dengan basis pemilih kultural NU dan dukungan partai yang dipimpin Cak Imin punya modal Yang cukup kuat,” tandasnya menjelaskan.

“Hanya saja secara politik Cak Imin sulit diambil karena belum memberikan warna porosnya. Cak Imin masih berkomsentrasi menaikkan popularitasnya sembari menunggu wajah poros lainnya.”

Strategi ini cukup tepat karena dapat melakukan bargaining dengan poros manapun. Bahkan jika ada poros ketiga yang kemungkinan muncul dengan Demokrat sebagai lokomotifnya.

kinoy jackson