Berpotensi Jadi Cawapres Jokowi

Survei LSI: Publik Tempatkan Airlangga Hartarto Sebagai Menteri Terbaik Ketiga

Jumat, 2 Februari 2018

DEKANDIDAT.COM – Meskipun belum genap 1,5 tahun bergabung di Kabinet Kerja, ternyata publik menempatkan kinerja Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian di posisi tiga besar. Demikian hasil survei terkini yang dilansir LSI Denny JA, Jumat (2/2) siang, di Rawamangun, Jakarta Timur.

“Dari sekian banyak menteri yang ada di Kabinet Kerja, publik menilai Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dan Sri Mulyani, Menteri Keuangan memperoleh peringkat tertinggi,” ujar peneliti senior LSI, Adjie Alfaraby.

Survei LSI mencatat sebanyak 25.3 % menyatakan kinerja Susi Pudjiastuti paling memuaskan, disusul sebanyak 20.5 % menilai Sri Mulyani paling memuaskan di posisi kedua.

“Sementara Airlangga Hartarto dinilai publik sebagai menteri yang kinerjanya terbaik ketiga dengan meraih 11,5%,” tambahnya.

Kepuasan publik terhadap Airlangga terbantu dengan public expose sebagai ketua Umum Golkar.

Menurut Adjie, apa yang dilakukan Airlangga Hartarto sudah sangat baik, mengingat dia baru bergabung di Kabinet Kerja sejak 27 Juli 2016 atau kurang dari 1,5 tahun.

Kementerian yang lain rata-rata kepuasaan bervariasi namun di bawah 10 %, jika ditotal dan digabung sebesar 22.5 %.

Yang populer di mata publik tentu belum tentu yang paling berprestasi jika diukur dengan KPI (Key Performance Index). Namun setidaknya tiga menteri itu berhasil dari sisi PR (Public Relations) pada opini publik.

Airlangga Potensi Cawapres

Khusus untuk Airlangga, keberhasilannya memimpin Partai Golkar setelah terjadi ‘konflik internal’ di tubuh partai beringin menyusul dijadikannya Sang Ketua Umum, Setya Novanto sebagai tersangka kasus KTP Elektronik, yang bersangkutan memiliki potensi besar mendampingi Jokowi di Pilpres di 2019.

“Airlangga berpotensi menjadi cawapres dari latar belakang partai politik. Selain Airlangga, ada sosok Budi Gunawan. Nama Budi Gunawan melambung dengan simbol PDIP.”

Sementara Airlangga Hartarto juga datang tak terduga. Sejarah pula yang membawanya menjadi ketum Golkar dalam “injury time,” dan momen menentukan.

Survei nasional LSI Denny JA melibatkan 1.200 responden dengan menggunakan metode survei multi stage random sampling.

Wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi. Waktu survei dari tanggal 7 sampai tanggal 14 Januari 2018. Survei dibiayai sendiri sebagai bagian layanan publik LSI Denny JA. Margin of error plus minus 2.9 persen.

kinoy jackson